Nelayan Asal Riau Meninggal di Laut Gunungkidul, Ini Kronologinya
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
Aktivitas pengunjung menyusuri aliran sungai Kalisuci di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Foto diambil sebelum adanya pandemi corona. /Ist-Kalisuci.
Harianjogja.com, SEMANU–Pengelola river tubing Kalisuci di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul antusias dengan dibukanya kembali obyek wisata susur sungai ini. Meski bersifat ujicoba, kebijakan pembukaan merupakan yang pertama kali di Gunungkidul setelah adanya penutupan sektor kepariwisataan karena pandemi corona.
Pengelola river tubing Kalisuci, Yanto mengatakan, ujicoba pembukaan destinasi akan dimulai Senin (22/6/2020) atau hari ini hingga Selasa (30/6/2020) mendatang. Pembukaan ini sudah dipersiapkan sejak beberapa hari lalu serta melalui tahapan simulasi penerimaan tamu di tengah pandemi corona.
Menurut dia, pengelola sudah siap dan akan menaati protokol kesehatan pencegahan corona yang jadi peraturan untuk pembukaan destinasi wisata di era normal baru. “Sudah kami persiapkan dan siap menerima tamu. Untuk pembatasan juga tidak ada masalah karena selama ini juga sudah ada kebijakan tersebut di Kalisuci,” kata Yanto, Minggu (21/6/2020).
BACA JUGA : Mulai Senin, Kalisuci Dibuka untuk Umum
Yanto menambahkan, untuk kunjungan bisa melalui reservasi atau datang langsung ke lokasi wisata. Hanya saja, hingga Minggu siang, ia mengakui belum ada pengunjung yang melakukan pemesanan untuk susur sungai. “Bukan masalah dan besok [hari ini] akan kami layani jika ada yang berkunjung. Yang jelas kami akan patuh selama ujicoba dan selanjutnya kebijakan kami serahkan ke pemkab,” ungkapnya.
Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan mulai Senin, obyek wisata river tubing Kalisuci dibuka untuk umum. Meaki demikian, jumlah pengunjung dibatasi 100 orang per hari dan pembukaan hanya sampai pukul 16.00 WIB.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, Kalisuci merupakan destinasi wisata yang pertama kali dibuka, walaupun statusnya masih dalam ujicoba. “Sudah ada suratnya dan ada ketentuan yang harus ditaati selama operasional,” kata Hary.
Menurut dia, dalam operasional, pengelola harua menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun. Selain itu, saat penyusuran harus dibuat jarak antar pengunjung. "Yang jelas sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Nanti setiap pengunjung akan dicek suhu tubuh dengan batas maksimal 37,3 derajat celcius," katanya.
Selain itu, juga ada pembatasan kunjungan. Apabila di waktu normal bisa menampung 200 pengunjung setiap harinya, maka di saat pandemi dibatasi separuhnya, yakni 100 per hari. “Jam buka juga dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” katanya.
BACA JUGA : Pengunjung Kalisuci Turun, Pengelola Tak Mau Banting Harga
Disinggung mengenai pembukaan tiga destinasi lain, seperti Pantai Baron dan Kukup, Gunung Api Purba Nglanggeran yang ikut dalam simulasi, Hary belum bisa memastikan, namun menargetkan pelaksanaan setelah pembukaan di Kalicusi. “Mudah-mudahan bisa segera ujicoba menerima tamu secara umum,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 5 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.