Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, WONOSARI – Pemkab Gunungkidul mulai membuat perencanaan kegiatan untuk pelaksanaan pilihan lurah seretak di 58 kalurahan di 2021 mendatang. Rencananya pemilihan tidak hanya dilakukan secara manual, tapi juga mulai memperkenalkan teknologi e-Voting.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, meski penyelenggaraan masih tahun depan, namun persiapan mulai dilakukan pada saat ini. Salah satunya untuk mempersiapkan kebutuhan anggaran untuk pemilihan lurah di 58 kalurahan.
Hasil kajian awal, kata dia, kebutuhan sementara untuk pembiayaan mencapai Rp3,3 miliar. Meski demikian, dana ini masih sebatas perkiaraan dan kepastian masih menunggu kajian lebih lanjut.
BACA JUGA : Pemungutan Suara dalam Pilihan Lurah 2021 Gunakan
“Bisa tambah, tapi juga bisa kurang. Terlebih lagi, di tahun depan juga mulai mengenalkan pemilihan dengan sistem elektronik,” kata Farkhan kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).
Dia menjelaskan, untuk e-voting belum bisa memastikan berapa jumlah kalurahan yang akan menggunakan pemilihan berbasis teknologi ini. Menurut Fakrhan, program ini harus dipersiapkan dengan matang sehingga pada saat pelaksanan dapat berjalan dengan lancar.
“Masih uji coba, tapi untuk jumlahnya masih belum ditentukan. Yang jelas, kita harus menyiapkan sumber daya manusia serta teknologi didalam e-Voting,” ungkapnya.
BACA JUGA : Demi E-Voting, Sri Purnomo Lakukan Rotasi Pejabat
Ditambahkan Farkhan, pelaksanaan pilihan lurah di Gunungkidul terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan di 2015 yang diikuti 58 desa. gelombang kedua dilaksanakan di 30 desa di 2018 lalu dan terakhir dilaksanakan di 2019 dengan jumlah pilihan di 56 kalurahan.
“Pemilihan tahun depan merupakan pengulangan dari pemilihan serentak di 2015,” katanya.
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, pihaknya mendukung pemilihan lurah dengan sistem e-Voting. Meski demikian, untuk tahap awal tidak dilaksanakan secara meyeluruh karena masih sebatas uji coba.
“E-voting nantinya bisa menekan biaya untuk pilihan lurah. Jadi, kami dukung penggunakan teknologi untuk pemilihan,” katanya.
Menurut dia, untuk regulasi, DPRD Gunungkidul bersama-sama dengan pemkab sudah menyusung Perda tentang Lurah. “Sudah dibahas dan masih difasilitasi oleh Pemerintah DIY. Nanti setelah fasilitasi selesai maka bisa ditetapkan menjadi perda baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.