Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Pengunjung Pantai Baron terlihat menyeberang di atas buis beton yang dipasang untuk pembangunan talut, guna mengurangi risiko abrasi, Sabtu (15/5/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Pemkab Gunungkidul membangun talut senilai Rp2,8 miliar di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Diharapkan talut ini bisa mengurangi kerusakan akibat abrasi di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, pembangunan talut sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Ditargetkan pada akhir Juni pembangunan bisa diselesaikan dan talut bisa berfungsi sesuai dengan semestinya. “Sudah mulai dipasang bis beton untuk dasaran talut,” kata Edy, Senin (17/5/2021).
BACA JUGA : Pantai Baron Batal Ditata Tahun Ini
Dia menjelaskan, di Pantai Baron sudah ada talut yang dibangun. Namun demikian, kondisinya ada yang rusak karena abarasi air laut. Pemkab pun berupaya mengurangi risiko ini dengan membangun talut setinggi sekitar 3,6 meter.
“Bis beton yang tertanam nantinya akan dicor dan berfungsi sebagai penahan abrasi. Saya kurang hapal, tapi kalau tidak salah anggarannya mencapai Rp2,8 miliar,” ungkapnya.
Ditambahkan Edy, Pantai Baron memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan pantai lainnya di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan adanya sungai bawah tanah yang alirannya bisa berubah-ubah setiap waktunya. “Kadang bisa mengalir ke timur, tapi kadang langsung mengalur ke selatan menuju laut,” kataya.
Menurut dia, pada saat alur sungai bawah tanah mengalir ke timur bisa memicu terjadinya abrasi. Selain itu, ancaman abrasi juga dapat dipicu adanya kenaikan tinggi gelombang air laut. “Jadi biar aman dibangun talut baru lagi. Mudah-mudahan pembangunan bisa selesai tepat waktu,” katanya.
BACA JUGA : Danau Kecil Muncul di Pantai Baron, Apa Penyebabnya
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kondisi abrasi di Pantai Baron sudah parah. Hal ini dikarenakan sudah sampai merusak bangunan, baik talut maupun emperan tempat pelelangan ikan. “Sudah ada program pembangunan lagi, tapi hingga sekarang belum selesai,” katanya.
Marjono berharap pembangunan ini bisa cepat selesai dan talut bisa berfungsi untuk mengurangi risiko kerusakan yang diakibatkan oleh abrasi. “Semua bermula dari dampak dari badai cempaka di 2017 lalu, kondisinya memang butuh perbaikan agar ancaman abarasi bisa dikurangi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.