25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pengunjung Pantai Baron terlihat menyeberang di atas buis beton yang dipasang untuk pembangunan talut, guna mengurangi risiko abrasi, Sabtu (15/5/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Pemkab Gunungkidul membangun talut senilai Rp2,8 miliar di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Diharapkan talut ini bisa mengurangi kerusakan akibat abrasi di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, pembangunan talut sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Ditargetkan pada akhir Juni pembangunan bisa diselesaikan dan talut bisa berfungsi sesuai dengan semestinya. “Sudah mulai dipasang bis beton untuk dasaran talut,” kata Edy, Senin (17/5/2021).
BACA JUGA : Pantai Baron Batal Ditata Tahun Ini
Dia menjelaskan, di Pantai Baron sudah ada talut yang dibangun. Namun demikian, kondisinya ada yang rusak karena abarasi air laut. Pemkab pun berupaya mengurangi risiko ini dengan membangun talut setinggi sekitar 3,6 meter.
“Bis beton yang tertanam nantinya akan dicor dan berfungsi sebagai penahan abrasi. Saya kurang hapal, tapi kalau tidak salah anggarannya mencapai Rp2,8 miliar,” ungkapnya.
Ditambahkan Edy, Pantai Baron memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan pantai lainnya di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan adanya sungai bawah tanah yang alirannya bisa berubah-ubah setiap waktunya. “Kadang bisa mengalir ke timur, tapi kadang langsung mengalur ke selatan menuju laut,” kataya.
Menurut dia, pada saat alur sungai bawah tanah mengalir ke timur bisa memicu terjadinya abrasi. Selain itu, ancaman abrasi juga dapat dipicu adanya kenaikan tinggi gelombang air laut. “Jadi biar aman dibangun talut baru lagi. Mudah-mudahan pembangunan bisa selesai tepat waktu,” katanya.
BACA JUGA : Danau Kecil Muncul di Pantai Baron, Apa Penyebabnya
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kondisi abrasi di Pantai Baron sudah parah. Hal ini dikarenakan sudah sampai merusak bangunan, baik talut maupun emperan tempat pelelangan ikan. “Sudah ada program pembangunan lagi, tapi hingga sekarang belum selesai,” katanya.
Marjono berharap pembangunan ini bisa cepat selesai dan talut bisa berfungsi untuk mengurangi risiko kerusakan yang diakibatkan oleh abrasi. “Semua bermula dari dampak dari badai cempaka di 2017 lalu, kondisinya memang butuh perbaikan agar ancaman abarasi bisa dikurangi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li