Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Foto ilustrasi: Para Anggota Paskibraka DIY saat menjalani latihan. /Ist-dok Paskibraka DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, sebelum menjalankan tugas, anggota paskibra menjalani pemeriksaan kesehatan, salah satunya untuk tes Covid-19. Hal ini menjawab terkait dengan adanya puluhan anggota yang terpapar virus corona.
“Kami sudah menjalankan tugas untuk prosedur pemeriksaan bagi anggota paskibra,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).
Dia menjelaskan, anggota paskibra yang akan bertugas harus menalani karantina selama dua minggu. Sebelum karantina dilaksanakan, petugas kesehatan sudah melakukan swab antigen dan hasilnya negatif semua.
Baca juga: Tabung Oksigen Biasanya Rp800.000 tapi Dijual Rp5 Juta, Komplotan Ini Dibekuk
Ia pun tidak bisa memastikan penyebab siswa-siswi in tertular. Pasalnya, dari sisi aturan, anggota paskibra tidak bisa keluar masuk pada saat karantina. Meski demikian, Dewi menduga penularan berasal dari luar karena ada orang yang tetap keluar masuk saat proses karantina.
“Kan ada pelatih, pendamping, hingga petugas yang membantu memenuhi kebutuhan para anggota paskibra. Mobilitas seperti itu tetap berpotensi memunculkan penularan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, 20 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Gunungkidul terkonfirmasi virus corona. Empat orang dirawat di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: Update Covid-19 DIY 19 Agustus: Kasus Positif Tambah 1.175 Kasus
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, anggota paskibra yang terkonfirmasi positif corona diketahui pada Selasa (17/8/2021) malam. Diketahui ada empat anggota yang mengalami gejala demam dan panas tinggi. Selanjutnya, keempat siswa ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari untuk menjalani pemeriksaan.
"Dibawa menggunakan ambulan dan setelah dicek ternyata terkonfirmasi Covid-19," kata Ali saat dihubungi wartawan, Kamis (19/8).
Adanya kasus konfirmasi positif di internal paskibra, maka langsung dilakukan tracing. Sebanyak 70 anggota paskibra ditambah pendamping dan pelatih dilakukan pengetesan.
Adapun hasilnya, 16 anggota dinyatakan positif corona melalui swab antigen. Meski demikian, sambung Ali, belasan anggota paskibra ini hanya menjalani isolasi mandiri di rumah karena tanpa gejala. "Meski menjalani isolasi di runah, kami tetap mengimbau agar asupan gizi tetap dijaga sehingga kesehatan tetap terjaga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya
Penghasilan dari usaha kos tetap dikenai pajak, tetapi tidak masuk skema PPh final 10 persen seperti rumah kontrakan. Simak aturan, tarif, dan batas omzet terba
Ibu hamil keluar malam pada dasarnya tidak dilarang, tapi ada 10 risiko yang perlu diwaspadai: kelelahan, gangguan tidur, hingga dehidrasi. Simak panduan amanny
Zulhas memastikan bangunan Kopdes Merah Putih yang tidak sesuai lokasi akan ditertibkan sebelum beroperasi pada September 2026.