Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Petugas pasar mengecek suhu pengunjung sebelum memasuki area Pasar Beringharjo, beberapa waku lalu.- Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perdagangan Kota Jogja memperpanjang pemberian relaksasi khususnya retribusi pasar kepada sejumlah pedagang di pasar tradisional. Pemberian relaksasi retribusi bagi pedagang ini diharapkan bisa meringankan biaya pengeluaran karena masih diberlakukannya PPKM level 3.
"Sementara masih kami berikan relaksasi kepada para pedagang di Kota Jogja. Hal itu untuk meringankan beban biaya mereka," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono, Minggu (19/9/2021).
Yunianto menjelaskan, meski sebelumnya aturan ini diberlakukan saat diterapkan PPKM Darurat namun pihaknya belum berencana untuk menyetop aturan itu. Meskipun saat ini level PPKM telah turun dari level 4 menjadi level 3 dan perlahan-lahan pasar tradisional sudah mulai dibuka, namun relaksasi diharapkan bisa menjadi stimulus ekonomi lokal.
Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja, Gunawan Nugroho Utomo menjelaskan, relaksasi yang diberikan pada pedagang itu berbeda-beda dan besarannya dimulai dari 10 persen, 25 persen dan 50 persen.
BACA JUGA: Kasus Harian Covid-19 Filipina Meledak! Tertinggi di Asia Tenggara
"September ini masih kami berlakukan, jadi ada pembagiannya besaran relaksasi yang diberikan pada pedagang pasar," kata Gunawan.
Dia menyebut, relaksasi retribusi 50 persen diberikan ke pedagang pasar Beringharjo Barat dan juga Pasar Klithikan Pakuncen (PKP). Sementara untuk yang 25 persen diberikan ke pedagang Pasar Tunjungsari, Pasty, Beringharjo Tengah, Prawirotaman serta Pasar Giwangan.
"Sementara relaksasi retribusi 10 persen, dibebankan kepada pedagang pasar di Kranggan, Demangan, Sentul, Kotagede serta pasar lainnya," ucap Gunawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage