Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021)/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Gunung Merapi teramati memuntahkan satu awan panas pada Rabu (2/2/2022) sore. Sejumlah guguran lava pijar juga teramati pada hari yang sama. Sementara cuaca di sekitar puncak turun hujan mulai siang hingga sore.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati pukul 15.58 WIB. “Tercatat dengan amplitudo 13 mm dan durasi 129 detik. Jarak luncur 2 km ke arah sungai Bebeng atau barat daya,” ujarnya.
Pada hari yang sama dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, tercatat guguran lava pijar sebanyak 13 kali dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya. “Hujan di puncak tercatat mulai pukul 14.11 WIB dengan total curah hujan 10 mm,” katanya.
Awan panas dan guguran lava pijar berasal dari kubah lava barat daya. Berdasarkan pengamatan terakhir, kubah ini memiliki volume 1.670.000 meter kubik. Sementara pada kubah tengah kawah, volumenya sebesar 3.007.000 meter kubik.
BACA JUGA: Positif Covid-19, Wakil Bupati Kulonprogo Ternyata "Korban" Klaster Mantenan
Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi saat ini masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Ketika terjadi hujan, masyarakat yang masih beraktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi agar mewaspadai bahaya lahar. “Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.