Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi klithih berupa pengeroyokan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Kejahatan jalanan yang dilakukan sekelompok remaja atau klithih masih marak. Terbaru, seorang pemuda, A, 20, warga Sleman, menjadi korban keganasan sekelompok orang yang menyerangnya tanpa ampun di Jalan Tempel Seyegan pada Sabtu (12/2) malam.
Salah satu keluarga korban, Dwitanto, mengatakan dikeroyok belasan orang tak dikenal yang mengakibatkan motornya rusak dan sejumlah luka di tubuh korban. “Kami dari pihak keluarga sudah melapor ke Polres Sleman,” ujarnya, Minggu (13/2/2022).
BACA JUGA: Hindari Motor Kebut-kebutan, Bus Maju Lancar Terguling di Perkarangan Nglipar Gunungkidul
Korban klithih awalnya pergi ke RM Kembar Gandos, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sabtu (12/2/2022) sekitar pukul 18.30 WIB, untuk berkumpul dengan alumni sekolahnya. Sepulang dari acara tersebut, kira-kira pukul 22.30 WIB, korban melewati Jalan Tempel Seyegan.
Naik Mega Pro bernomor polisi AB 4350 DX, korban memacu terus memacu motornya hingga merasa diikuti sejumlah motor di belakangnya. Diperkirakan ada sekitar tujuh sampai delapan motor yang mengikutinya waktu itu.
Ketika sudah berdekatan dengan korban, sekelompok orang itu menanyai korban orang mana dan sekolah di mana. Lantaran takut, korban tidak menjawab pertanyaan itu dan memilih kabur. “Korban langsung tancap gas dan para pelaku mengejarnya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Bawa Celurit dan Lempari Polres Sleman, Tiga Pelajar Ditangkap
Sempat kejar-kejaran, korban ditangkap para pelaku. Mereka pun langsung mengeroyok korban klithih. Bahkan keluarga menduga ada yang menggunakan senjata tajam. Korban mengalami sejumlah luka di badan dan tangan kiri, sementara motornya rusak di bagian depan.
Keluarga berharap polisi bisa bergerak cepat meringkus para pelaku dan memberi hukuman setimpal. “Kami berharap kepolisian dapat dengan segera menangkap para pelaku dan menghukumnya sesuai dengan perbuatannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Profil Dewi Astutik, sosok yang dikaitkan dengan jaringan narkoba Segitiga Emas dan kasus penyelundupan 2 ton sabu.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.