Jalan ke Gua Pindul Gunungkidul Rusak Parah, Wisatawan Terancam Kabur
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Pemandangan Pantai Kukup dari kejauhan yang terlihat dari bibir Pantai Mesra, Gunungkidul./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul optimistis sektor wisata Gunungkidul bisa terus bangkit dan pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. Keyakinian ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi Gunungkidul sebesar 5,22%. Sementara, sekor wisata menjadi paling bersinar selama 2021.
BACA JUGA: Serangan si Ekor Panjang di Gunungkidul Menyebar hingga ke 9 Kapanewon
Data dari BPS Gunungkidul di tahun lalu menunjukkan sektor jasa wisata memiliki pertumbuhan paling tinggi yang mencapai 18,37%. Sektor lain seperti informasi komunikasi tumbuh 16,87%, konstruksi sebesar 9,90%. Adapun pertumbuhan paling rendah terjadi di sektor pertanian yang hanya 0,76%.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian, mengatakan tingginya pertumbuhan wisata menandakan sektor ini mulai bangkit. Penutupan sektor wisata pada awal pandimi sangat memukul.
Meski demikian, dibukanya kembali wisata memberikan dampak bagus terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Tahun lalu kami ditarget PAD dari retribusi wisata sebesar Rp12 miliar dan realisasinya tembus Rp12,5 miliar atau tercapai 104,6%,” katanya, Minggu (10/4/2022).
Menurut Aldian, pulihnya wisata Gunungkidul banyak dipengaruhi kelonggaran kebijakan PPKM oleh pemerintah.
Ia optimistis apabila pandemi bisa semakin terkendali, wisata bisa terus bangkit dan segera pulih seperti sedia kala. “Jadi kondisi itu langsung berdampak positif pada perekonomian Gunungkidul, tidak hanya dari retribusi, tapi juga ke pelaku usaha dan masyarakat,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Saptoyo, mengatakan pertumbuhan ekonomi wisata sangat pesat. Meski demikian, pertanian masih yang paling dominan dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Hal ini terlihat dari rasio produk regional domestik bruto (PRDB) sebesar Rp20,24 trilun. Sektor pertanian berkontribusi 23,63%, sedangkan jasa lainnya yang terdiri dari urusan wisata memberikan porsi sebanyak 3,34%.
BACA JUGA: Jogja Segera Punya Pusat Desain Industri Nasional 4 Lantai di Bekas Terminal Terban
Menurut dia, catatan apik di 2021 menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Gunungkidul. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi di sektor pertanian dan wisata menjadi satu paket yang dikemas agar bisa menarik minat wisatawan melalui agrowisata.
“Tujuannya, agar pertanian tetap tumbuh dan ada regenerasi petani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.