WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Patok merah yang menjadi penanda tanah terdampak tol sudah terpasang di depan SDN Banyurejo 1, Selasa (12/4/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, TEMPEL--SDN Banyurejo 1, Kapanewon Tempel, merupakan salah satu sekolah di Sleman yang terdampak pembangunan tol Jogja-Bawen. Meski pembangunan tol tinggal setahun lagi, hingga kini sekolah tersebut belum juga mendapatkan kejelasan pembangunan gedung baru di tempat relokasi.
Kepala SDN Banyurejo 1, Ismana, menjelaskan sekolah seluas 2.950 meter persegi ini sudah mendapat tempat relokasi di tanah kas desa yang masih berada di dusun dan kalurahan yang sama, berjarak 300 meter ke arah timur laut dari sekolah saat ini. “Sudah mendapat persetujuan dari kalurahan,” ujarnya, Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Mulai Merambah ke Tamanmartani
Tanah tempat relokasi tersebut merupakan persawahan dengan tekstur yang tidak datar, melainkan ada beberapa sisi yang miring. Sebab itu, diperlukan proses pembukaan dan pengurukan sebelum dibangun gedung baru di tempat itu.
Namun hingga saat ini, di lokasi tersebut sama sekali belum disentuh oleh Pemkab Sleman. Padahal, menurutnya proses pembangunan jalan tol akan segera dimulai 2023. Dia khawatir jika gedung baru tidak segera didirikan, para siswa bisa terlantar.
Saat ini sekolah sebenarnya juga sudah menyiapkan bangunan darurat di rumah warga jika memang gedung sekolah lama sudah harus dikosongkan sementara gedung sekolah baru belum jadi.
“Tetapi akan sangat repot karena aset kami banyak,” kata dia.
BACA JUGA: Difabel di Ngaglik Sleman Dapat Kursi Roda dan Pekerjaan
Berdasarkan sosialisasi dari pihak pembangun tol, bangunan umum termasuk sekolah mendapat jaminan tidak akan diminta pindah sebelum ada pengganti. Meski demikian dia juga khawatir jika gedung baru dibangun dengan mendadak, kualitasnya tidak sebagus jika dipersiapkan sejak lama.
“Kalau pembangunan itu dikerjakan sedini mungkin, pasti pekerjaannya tidak akan asal-asalan. Tapi kalau waktunya sudah mepet, pasti pengerjaannya asal-asalan. Waktu sekian bulan itu sangat mendesak untuk merancang bangunan, hasilnya tidak akan maksimal,” ucap dia.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menuturkan di Sleman, ada dua SD yang terdampak tol, yakni SDN Banyurejo 1, Kapanewon Tempel dan SDN Nglarang, Kapanewon Mlati. Saat ini, Pemkab Sleman masih menunggu uang ganti rugi tol untuk mulai membangun gedung baru.
“Menggunakan tanah kas desa, maka desa menyiapkan tanah relokasinya. Pembangunan gedung kalau sudah ada kepastian [ganti rugi]. Sampai sekarang kan belum ada tindak lanjutnya. Belum ada penggantian. Kami sudah rapat dengan BKAD [Badan Keuangan dan Aset Daerah],” katanya.
Jika ganti rugi sudah cair, maka Pemkab Sleman akan segera membangunkan gedung baru di tanah relokasi yang sudah disepakati. Ia yakin pembangunan dapat berjalan cepat sehingga tidak akan mengganggu proses belajar-mengajar sekolah. “Begitu ada kepastian pembayaran, nanti bergerak,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.