UMKM DIY Capai 347.744 Unit, Hanya 2%-3% Naik Kelas
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.
Longsor yang menutup jalan di Kulonprogo./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO - Longsor terjadi di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Kamis (19/05/2022) malam. Akibatnya jalan tertutup material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi, menjelaskan longsor terjadi akibat hujan lebat yang terjadi 1 jam - 1,5 jam Kamis (19/05/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.
"Kemudian malam terjadi longsoran menutup jalan setelah Isya," ujarnya kepada Harian Jogja, Jumat (20/05/2022).
Menurutnya sebelum terjadi longsor banjir yang terjadi sudah membawa material berupa lumpur dan batu. Akibatnya, gorong-gorong menjadi tertutup dan banjirnya melewati jalan.
Sebanyak enam keluarga mengungsi di malam hari. Sementara saat siang hari mereka kembali lagi ke rumah.
Lokasi pengungsian sendiri berada di rumah warga lain yang berlokasi di tempat aman. Kebutuhan logistik bagi pengungsi sudah dipenuhi oleh BPBD Kulonprogo.
"[kerugian] sementara belum inventarisasi. Yang jelas jalan tertutup jalan harus dikendalikan, kita evakuasi besok pagi [sabtu]. Insyaallah alat berat sudah di lokasi," jelasnya.
Joko menyebut sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan rumah warga. Dia menyebut longsor di Plampang II bukan kali ini saja, bulan April lalu juga terjadi longsor bahkan menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
"Rumah terdampak di banjir pertama dulu di bulan yang lalu. Untuk saat ini belum ada laporan kerusakan rumah. Ini parahan yang kemarin," paparnya.
BPBD Kulonprogo sudah mengedukasi warga bersama dengan perangkat setempat untuk bersiap dalam kondisi-kondisi darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.
DPRD Sleman mendorong generasi muda menghidupkan olahraga tradisional untuk melestarikan budaya, membangun karakter, dan memperkuat kebersamaan.
Serapan anggaran belanja Bantul per 30 Oktober 2026 mencapai 69,64%. DPUPKP menjadi OPD dengan realisasi terendah, yakni 48,14%.
Inflasi Gunungkidul pada Oktober 2026 mencapai 3,12%, tertinggi di DIY dan mulai mendekati batas toleransi pemerintah sebesar 3,5%.
Disperindag DIY menggelar pasar murah di tiga lokasi Kulonprogo pada 3–5 November 2026 dengan total distribusi 14 ton bahan pokok.
Ombudsman RI meminta Polri mengevaluasi penggeledahan pesantren putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan HAM bagi santriwati.