Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45, Alfin Muhaimin Nasution, menunjukkan alat pemilah sampah hasil skripsi mahasiswa di Bantul Creative Expo, Jumat (22/7/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL -- Universitas Proklamasi 45 bekerja sama dengan Pemkab Bantul terkait dengan pengembangan teknologi pengolahan sampah. Dengan begitu, diharapkan bisa mengurangi beban di TPST Piyungan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45, Alfin Muhaimin Nasution, menjelaskan teknologi yang telah ditawarkan salah satunya Pirolisis. "Sampah itu diolah menjadi energi atau waste to energy management," ujarnya, Jumat (22/7/2022).
Pirolisis bekerja dengan melelehkan sampah dengan suhu tinggi, lalu dimasukkan ke dalam kondensor dan didinginkan. "Untuk sampah organik bisa menjadi asap cair sementara yang anorganik bisa menjadi minyak yang bisa berfungsi sebagai bahan bakar," katanya.
BACA JUGA: Parangtritis Akan Disulap Jadi Kawasan Wisata Malam, Begini Konsepnya
Asap hasil pembakaran tersebut masih bisa dimanfaatkan lagi untuk gas dan bahan bakar genset, seingga tidak ada energi yang terbuang dalam satu proses. Mesin ini bisa memilah sendiri sampah yang dimasukkan baik organik maupun anorganik, dengan hasil yang bisa memisah sendiri. "Organik, anorganik, residu, bisa masuk dalam satu mesin," ungkapnya.
Mesin ini sudah mendapatkan izin produksi dan mendapat pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini Pirolisis juga sudah dioperasikan di Bantul dengan daya tampung 2 ton sampah per hari.
Selain itu ada dua teknologi lainnya yang saat ini tengah dikembangkan yakni Super Komposter, alat yang bisa memproduksi kompos dalam waktu kurang dari lima jam. "Ada juga alat pemilah sampah multilyer yang merupakan hasil skripsi mahasiswa," ungkapnya.
Selain beberapa alat tersebut, UP 45 juga menerjunkan sebanyak 50 mahasiswa KKN untuk membantu pengolahan sampah khususnya di wilayah Kalurahan Parangtritis dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gempa M5,9 di Kepulauan Seribu terasa hingga Jogja. Daryono menjelaskan penyebab, karakter gempa dalam, dan potensi gempa susulan.
Gempa M5,9 di barat laut Jakarta terasa hingga Jogja pada Sabtu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Polisi menetapkan pemuda 22 tahun sebagai tersangka setelah anak 13 tahun ditemukan di rental PS Banyumanik usai berpindah empat hari.
Presiden Prabowo tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 yang berlangsung 12-13 September 2026.
Franco Mastantuono mencetak hat-trick saat Fiorentina menang 4-2 atas Venezia pada pekan keempat Liga Italia.