Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
GKR Hemas (dua kanan) saat mengunjungi korban longsor di Gunungkidul, Senin (28/11/2022)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Anggota DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengunjungi pengungsi yang menjadi korban tanah longsor di Balai Kalurahan Candirejo, Semin, Senin (28/11/2022). Di kesempatan ini, juga memberikan dorongan moral agar tetap tabah dan bisa segera bangkit dari peristiwa yang telah dialami.
“Yang tak kalah penting tetap waspada dan hati-hati karena hujan sekarang tidak hanya membawa air, tapi juga ada potensi bencana yang mengiringi,” katanya, Senin sore.
GKR Hemas juga meminta kepada Pemkab Gunungkidul segera menentukan tempat relokasi bagi warga yang rumahnya hilang karena tertimbun material longsoran.
“Kewenangan itu ada di bupati. tapi, saya minta segera ditentukan apalagi ada korban yang sudah tidak memiliki tempat tinggal,” katanya di sela-sela kunjungan, Senin sore.
Dia mengungkapkan tempat relokasi dibutuhkan untuk memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dari ancaman longsor. “Yang tak kalah penting juga diberikan trauma healing karena peristiwa tersebut juga memberikan dampak psikologis bagi para korban,” katanya.
Selain melakukan kunjungan dengan menyapa puluhan pengungsi, GKR Hemas juga memberikan sejumlah bantuan untuk para korban. Bantuan yang diberikan berupa selimut, bantal dan tempat tidur lipat.
“Ini berasal dari Gerakan Kemanusian Republik Indonesia [GKRI] yang dibuat anak-anak Ngarso Dalem untuk kemanusiaan. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat,” katanya.
Ia menambahkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Selain mewaspadai ancaman bencana, juga mengantisipasi penyebaran virus corona masih menjadi ancaman.
“Saya lihat banyak yang tidak pakai masker. Harapannya tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona,” katanya.
Jogoboyo Candirejo, Hartono berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh GKR Hemas dan keluarga. Menurut dia, bantuan segera dibagikan kepada para pengungsi yang membutuhkan.
BACA JUGA: UMP DIY 2023 Naik 7,65%, Buruh: Bukti Kegagalan Keistimewaan DIY!
Disinggung mengenai hunian bagi warga yang kehilangan rumah, Hartono mengaku sudah menyiapkan bekas bangunan sekolah untuk tempat tinggal sementara. Total ada enam keluarga terdampak yang menempati bangunan tersebut.
“Sudah mulai dibenahi dan warga juga sudah menempati,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa bekas gedung sekolah di depan balai kalurahan hanya tempat tinggal sementara. Adapun untuk relokasi diserahkan sepenuhnya ke Pemkab Gunungkidul.
“Warga mau dipindah dari tempat yang terkena longsor, tapi harapannya masih di wilayah Candirejo,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.