Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Ilustrasi beberapa gerobak sampah yang berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemkab membenarkan adanya rencana pengolahan sampah asal Kota Jogja di Gunungkidul. Meski demikian, kepastian kerja sama ini masih membutuhkan kajian yang mendalam.
Kepala Bidang Pemerintahan, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Witanto mengatakan sudah ada penawaran dari Pemkot Jogja untuk pengolahan sampah di Gunungkidul.
Hal ini dikarenakan Pemkot kesulitan mencari lokasi dalam pengolahan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. “Dari apa yang disampaikan pada waktu kunjungan, Pemkot menawarkan kerja sama untuk pengolahan sampah,” kata Witanto, Senin (29/11/2022).
Menurut dia, Pemkab Gunungkidul belum memberikan jawaban pasti. Pasalnya, untuk kepastian membutuhkan kajian yang mendalam. Terlebih lagi hingga sekarang belum ada proposal atau TOR berkaitan dengan rencana tersebut. “Memang harus dikaji dengan sebaik-baiknya,” katanya.
BACA JUGA: Longsor di Dusun Ngrandu Memutus Akses Antar Dusun di Kapanewon Nglipar
Witanto mengungkapkan TOR berkaitan dengan rencana pembangungan dan kerja sama seperti apa. Hingga sekarang gambaran tersebut belum ada. “TOR belum diberikan sehingga kami belum bisa memberikan jawaban,” katanya.
Ditambahkan dia, apabila TOR sudah dikirim akan dibentuk tim untuk mengkaji terkait dengan rencana pengolahan tersebut. “TOR menjadi dasar mengkaji lebih dalam. Jadi, kami masih menunggunya,” kata Witanto.
Pemilihan lokasi pengolahan sampah di Gunungkidul disuarakan oleh PJ Walikota Jogja, Sumadi. Menurut dia, dua ada lokasi alternatif, yakni di Kapanewon Semanu dan Paliyan. Adapun luasan yang dibutuhkan sekitar lima hektare.
Anggota DPRD Gunungkidul, Arif Wibawa mengatakan belum mengetahui rencana kerja sama antara pemkab dengan Pemkot Jogja untuk pengolahan sampah. Pasalnya, hingga sekarang belum ada informasi berkaitan dengan rencana sampah asal Kota Jogja diolah di Gunungkidul. “Kami belum tahu karena informasinya memang belum ada,” katanya.
Arif berharap rencana kerja sama tersebut harus dikaji secara mendalam. Terutama menyangkut dengan dampak buruk keberadaan lokasi.
Menurut dia, apabila benar ada kerja sama dalam pengolahaan akan lebih baik lokasinya memanfaatkan lahan yang sudah dibeli di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Lahan seluas lima hektare ini rencananya akan dibuat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan pesisir.
“Ya lebih baik dioptimalkan yang ini [lahan di Banjarejo]. Ketimbang harus ada lahan yang lain lagi. Apalagi di Banjarejo sudah tersedia lahannya dan tinggal membangun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Ekspor mobil Indonesia Januari-Juli 2026 menunjukkan SUV makin diminati, tetapi MPV seperti Avanza dan Xpander masih punya pasar kuat.
Podcast Raditya Dika dan Nagita Slavina hilang dari YouTube setelah hampir 1 juta views. Alasan takedown belum mendapat konfirmasi resmi.
Warga di Kabupaten Bantul mempertanyakan proses penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Pembatasan subsidi BBM bagi desil 10 diperkirakan menghemat sekitar 10 persen anggaran subsidi energi. Pertalite masih dalam kajian.
47% Gen Z tidak memiliki dana darurat. Fenomena doomspending membuat anak muda lebih sulit menabung di tengah tekanan ekonomi.