Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga bantuan sosial dari Pemerintah Pusat di Gunungkidul cair dalam waktu bersamaan. Total penerima bantuan mencapai 99.915 keluarga penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Sosial P3A) Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan bansos dari Pemerintah Pusat yang dicairkan sekaligus meliputi program sembako, kompensasi kenaikan BBM, serta Program Keluarga Harapan (PKH). Ketiganya sudah mulai dicairkan di akhir November melalui kantor pos.
“Sudah hampir selesai karena tinggal menyelesaikan yang masih tercecer,” kata Asti, Kamis (1/12/2022).
Dia menjelaskan program sembako diberikan sebesar Rp600.000 untuk tiga bulan meliputi Oktober, November dan Desember. Adapun kompensasi BBM diberikan untuk dua bulan dengan total bantuan Rp300.000.
“PKH tergantung dengan komponennya. Yang diterima setiap keluarga berbeda-beda,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul ini.
Sementara, bantuan langsung tunai (BLT) pengendalian inflasi berasal dari APBD Gunungkidul. Selain itu, penerima juga berbeda. BLT pengendalian inflasi diberikan kepada pelaku UMKM, nelayan, dan tukang ojek yang tidak menerima bantuan dari Pemerintah Pusat. “BLT pengendalian inflasi juga sudah disalurkan,” katanya.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial P3A Gunungkidul Giyanto mengatakan jumlah total penerima ketiga bantuan sosial dari Pemerintah Pusat sebanyak 99.915 keluarga penerima manfaat (KPM). Tidak semua keluarga menerima ketiga jenis bantuan karena ada yang hanya menerima program sembako dengan kompensasi kenaikan BBM.
BACA JUGA: Jelang Pernikahan Kaesang, Tenda dan CCTV mulai Dipasang di Sekitar Rumah Erina
“Tapi ada juga yang menerima ketiga dari bantuan ini,” katanya.
Giyanto mengatakan belum bisa memberikan data secara rinci terkait dengan keluarga yang menerima tiga bansos dari Pemerintah Pusat. Ia berdalih data tersebut yang memiliki kantor pos selaku instansi yang menyalurkan bantuan.
“Yang jelas, ada keluarga yang mendapatkan tiga bansos dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali pada Senin pagi hingga siang. Kolom abu mencapai 250 meter dan statusnya masih Level III Siaga.
BMKG Yogyakarta mengimbau nelayan dan wisatawan mewaspadai gelombang tinggi hingga empat meter pada 24-27 Agustus 2026.
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.
Kemenkop menggelar magang bagi 90 pengurus KDKMP untuk mempelajari model bisnis koperasi pertanian dan serba usaha di pesantren.
Iran mengancam memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika AS melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran.