83.757 Warga Gunungkidul Alami Kekeringan, Target Bantuan Air Menyusut
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 25 telaga di Gunungkidul menjadi lokasi pelepasliaran ikan. Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan populasi perikanan darat serta guna mendukung peningkatan gizi bagi masyarakat sekitar.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung penuh upaya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul untuk menaburkan benih ikan di sejumlah telaga di Bumi Handayani. Menurutnya, program ini tidak hanya untuk pelestarian, tapi juga sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA: Warga Gunungkidul Masih Enggan Makan Ikan
Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat jangan langsung menangkap benih ikan yang sudah ditabur. Sunaryanta berharap benih-benih tersebut dipelihara terlebih dahulu hingga besar.
“Harus dijaga terlebih dahulu dan tidak langsung ditangkap. Dipelihara dulu hingga besar agar dapat memberikan manfaat secara ekonomi,” katanya, Minggu (18/12/2022).
Menurut dia, program penaburan benih ikan di telaga juga sebagai upaya mengkampanyekan gemar makan ikan di Gunungkidul. Sunaryanta tidak menampik tingkat konsumsi ikan hingga sekarang masih tergolong rendahs ehingga dengan program ini dapat memberikan andil dalam upaya peningkatan makan ikan di masyarakat.
“Jangan hanya ikan asin yang dimakan, tapi ikan segar juga dibutuhkan karena penting, salah satunya guna menekan stunting,” katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, ada 25 telaga yang menjadi lokasi penaburan benih ikan. Total ada 400.000 ekor bibit ikan yang dilepas di telaga tersebut.
“Lokasinya ada di Kapanewon Wonosari, Patuk, Karangmojo, Saptosari, Semanu, Rongkop, Paliyan hingga pesisir Girisubo. Penaburan masih dalam proses, dalam waktu dekat juga ada kegiatan pelepasan bersama Pak Bupati dengan Bu Ketua DPRD,” katanya.
Menurut Wahid, benih yang dilepasliarkan terdiri dari ikan mas dan nila. Meski keduanya bukan asli perairan di Gunungkidul, ia tidak khawatir akan mengganggu ekosistem di telaga karena merupakan genanganan yang bisa dikontrol.
“Jadi kita pilih ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan pertumbuhannya cepat. Jadi dipilihlah nila dan ikan mas,” katanya.
Ia menambahkan, hal berbeda dilakukan pelepasliaran di alur sungai. Dikarenakan kondisinya yang sulit dikontrol, maka benih yang dipersiapkan ikan yang merupakan endemic Gunungkidul seperti tawes dan nilem agar ekosistemnya tetap terjaga.
“Jadi tidak sembarangan, karena di telaga relatif lebih terkontrol maka tidak masalah apabila ada penaburan ikan di luar endemic seperti nila,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
BNPB memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan mengerahkan helikopter patroli, OMC, dan water bombing.
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.
BYD, CATL, Geely hingga Gotion mengembangkan baterai solid-state yang ditargetkan diuji pada mobil listrik mulai 2027.
Pemain ketoprak meninggal saat pentas di Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan korban meninggal akibat henti jantung.
Amri/Nita melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Yang/Hu dua gim langsung.