PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih berupaya meminta bantuan ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Banjarejo di Kapanewon Tanjungsari. Pasalnya, hingga sekarang pembangunan fasilitas ini belum terealisasikan.
Untuk diketahui wacana pembangunan TPST pesisir sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Hal ini ditandai dengan pembebasan lahan seluas lima hektare guna kepentingan pembangunan.
BACA JUGA : Jogja Siapkan TPST Nitikan 2 untuk Tampung Sampah
Sub Koordinasi Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani mengatakan, masih berupaya meminta bantuan ke Pemerintah Pusat untuk membangun TPST pesisir. Berbagai cara telah ditempuh guna mewujudkan rencana ini, tapi hingga sekarang belum direalisasikan.
Dia mencontohkan, untuk persiapan pembangunan tidak hanya membebaskan lahan, tapi juga sudah membuat akses keluar masuk TPST. Pembangunan jalan ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2021.
Selain itu, penyusunan masterplan serta detail engineering design (DED) TPST juga telah diselesaikan. “Kami berharap dengan dibangunnya akses ke lokasi, maka pembangunan TPST bisa segera dilaksanakan, tapi ternyata belum bisa terealisasi,” kata Wiwik, sapaan akrabnya saat dihubungi, Rabu (28/12/2022).
Dia menjelaskan, salah satu penyebab belum terealisasinya pembangunan karena masih kalah prioritas. Seharusnya, program pembangunan bisa dilaksankaan di 2022, tapi dikarenakan adanya permasalahan di TPST Piyungan yang dinilai lebih darurat, maka program difokuskan untuk penganangan sampah untuk wilayah Bantul, Sleman dan Kota Jogja.
BACA JUGA : Pembuangan Sampah ke TPST Piyungan Harus Dikurangi
“Prioritasnya memang masih difokuskan untuk TPST Piyungan, tapi kami berusaha agar program di Gunungkidul bisa segera direalisasikan,” katanya.
Disinggung mengenai upaya pembangunan melalui APBD kabupaten, Wiwik mengakui hal tersebut sulit terealisasi. Alasannya keuangan daerah masih sangat terbatas, sedangkan pembangunannya membutuhkan anggaran sekitar Rp40-50 miliar. “Makanya minta bantuan ke Pemerintah Pusat,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, masih berusaha untuk merealisasikan pembangunan TPST pesisir. Skema yang dilakukan dengan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat agar bisa dibangunkan. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” katanya.
Menurut Hary, keberadaan TPST pesisir sangat bermanfaat. Salah satunya untuk menampung sampah yang dihasilkan dari sektor wisata.
BACA JUGA : Jumat-Sabtu TPST Piyungan Tutup, Warga Sleman Diminta
Selama ini, lanjut dia, sampah yang dihasilkan masih dibuang ke TPAS Wukirsari di Baleharjo, Wonosari. Adapun jarak dari kawasan pantai menuju TPAS lumayan jauh sehingga dinilai kurang efektif dan efisien.
“Makanya dibuat ide pembangunan TPST pesisir, tujuannya gar penanganan sampah khususnya di kawasan pesisir bisa dioptimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.