Anggaran Air Bersih Menipis, BPBD Gunungkidul Ajukan 5.000 Tangki
BPBD Gunungkidul mengajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air bersih karena bantuan diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan September.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUl—Penyerapan anggaran milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul di 2022 mencapai 96%. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan penyerapan di 2021 yang hanya sekitar 92%.
Sekretariat Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, kinerja pemkab terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Khusus di 2022, banyak prestasi yang diraih. Selain berupa penghargaan dari mulai tingkat provinsi hingga nasional, dari sisi penyerapan anggaran juga lebih optimal.
Menurut dia, penyerapan anggaran di 2021 hanya di kisaran 92%. Jumlah ini bisa diperbaiki karena penyerapan bisa menyentuh 96% di 2022.
“Jadi penyerapannya bisa lebih maksimal ketimbang capaian di 2021. Kinerja yang baik juga akan terus ditingkatkan, khususnya dalam upaya mewujudkan kesejahteraan di masyarakat,” katanya.
Mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) ini mengungkapkan, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Sekretariat Daerah menjadi tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki serapan anggaran paling tinggi. Untuk tingkat kapanewon penyerapan tertinggi diraih Kapanewon Playen, Panggang dan Saptosari.
Baca juga: Target Pendapatan Sektor Pariwisata Bantul 2022 Tak Tercapai, Ini Penyebabnya..
“Serapan fisiknya hampir mencapai 100% dari pagu anggaran yang dialokasikan di 2022,” katanya.
Dia mencontohkan untuk dinas perhubungan dari pagu Rp23,8 miliar, dapat terserap Rp23,6 miliar; Sekretariat Daerah dari pagu Rp29,04 miliar mampu terserap Rp28,7 miliar. Hal sama terlihat di Kapanewon Playen dari pagu 3,1 miliar hampir terserap keseluruhan.
Berkat torehan prestasi ini, OPD maupun kapanewon yang memiliki serapan anggaran tertinggi memperoleh penghargaan dari Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Diharapkan dengan penghargaan tersebut dapat memicu kinerja yang lebih baik serta penyerapan anggaran yang lebih maksimal.
Hal ini dikarenakan dengan penyerapan anggaran yang maksimal jadi suatu penanda bahwa perekonomian dapat tumbuh dan berputar dengan baik. “Tentunya ada target yang harus dicapai memasuki tahun yang baru. Paling tidak tahun ini harus bisa lebih baik dibandingkan dengan 2022,” imbuh Sri Suhartanta.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta kepada seluruh jajaran di lingkup OPD terus memperbaiki kinerja dalam upaya membangun Gunungkidul. kesamaan visi dan misi dibutuhkan guna mencapai target-target yang telah ditentukan.
“Soliditas dan solidaritas harus lebih diperkuat karena menjadi kunci dalam mencapai target-target yang ada,” katanya.
Dia berharap dengan adanya penghargaan kepada OPD maupun kapanewon yang memiliki penyerapan anggaran terbaik bisa menjadi penyemangat dalam meningkatkan kinerja serta layanan ke masyarakat.
“Tidak boleh patah semangat dan terus berkarkya demi mewujudkan pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air bersih karena bantuan diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan September.
BNPB mencatat 105 orang meninggal, 1.678 luka-luka, 179.037 mengungsi, dan 81.436 rumah terdampak akibat gempa Flores.
Rusia dan RI masih berdiskusi soal bandar antariksa Biak. Dubes Rusia menegaskan belum ada perjanjian dan membantah isu pangkalan militer.
Kejari Kulonprogo menggandeng BPKP DIY mempercepat penghitungan kerugian negara dalam dugaan korupsi BUMD PT SAK.
Simak 10 cara menjaga fungsi dan kesehatan ginjal, mulai dari pola makan, olahraga, hidrasi, hingga menjaga kualitas tidur.
DPRD DIY mematangkan Perda penanggulangan bencana baru untuk memperkuat pencegahan, mitigasi, peringatan dini, dan ketangguhan masyarakat.