Kuota SMP Sleman Tersedia, Disabilitas Wajib Lalui Asesmen dari RS
Siswa disabilitas di Sleman wajib asesmen RSUD untuk jalur afirmasi SPMB SMP 2026 sebagai syarat penerimaan sekolah negeri.
Ilustrasi Sunset run di Pantai Depok, Bantul./Istimewa-Dokumen Panitia Sunset Run
Harianjogja.com, BANTUL — Pascalibur Natal dan Tahun Baru selesai, angka kunjungan wisatawan di sejumlah kawasan wisata Bantul menurun drastis. Jika dibandingkan dengan pekan lalu saat musim liburan akhir tahun, penurunan tersebut turun hingga 50%.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan bahwa jumlah pengunjung pada akhir pekan 6-8 Januari 2023 mencapai 37.673 dengan sebanyak 669 orang melakukan pembayaran nontunai. “Dari jumlah tersebut, PAD yang didapat mencapai Rp366 juta,” kata Markus, Senin, (9/1/2023).
Sementara data jumlah wisatawan pada hari biasa dari 2-8 Januari 2023 mencapai 60.051 orang dengan sebanyak 1.109 orang melakukan pembayaran nontunai. Dengan demikian PAD yang didapat mencapai Rp584 juta.
Sedangkan data wisatawan di akhir pekan bulan Desember dari 31 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023 mencapai 69.342 orang dengan PAD mencapai Rp673 juta. Sementara data mingguan mulai dari 26 Desember 2022 – 1 Januari 2023, terdapat sebanyak 115.240 wisatawan dengan PAD mencapai Rp1 miliar.
“Data tersebut mengacu pada kawasan wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Bantul. Bukan hanya kawasan Pansela tapi juga Gua Selarong dan Gua Cerme,” katanya.
Menurut pria yang kerap disapa Ipung ini, capaian di pekan pertama Januari 2023 tidak dapat dibandingkan dengan pekan lalu. Hal tersebut berkaitan dengan agenda tahun baru yang digelar dibeberapa tempat.
Mengacu pada hal tersebut, Dinas Pariwisata telah memiliki rencana untuk mendongkrak kunjungan wisatawan pada 2023. Menurut dia, ada sembilan agenda wisata yang sudah disiapkan baik oleh OPD di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Dari sembilan agenda tersebut, tujuh di antaranya diselenggarakan oleh Pemkab. Contohnya seperti festival kuliner, Simfoni Gumuk Pasir, Keroncong Pesisiran, Festival Bregodo, dan Festival Lampion,” ucapnya.
BACA JUGA: Bersepada Sekaligus Promosi Wisata Bantul
Kemudian, agenda lain ada Jogja Air Show (JAS), festival layang-layang, dan festival perahu naga yang diadakan Pemerintah Provinsi DIY.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, mengatakan bahwa target wisatawan tahun 2023 mencapai sekitar Rp3,2 Juta hingga Rp3,3 Juta wisatawan dengan target PAD sebesar Rp33 Miliar.
Menanggapi agenda yang ada di Kabupaten Bantul, tahun ini, Kwintarto mengatakan pihaknya juga menggandeng beberapa komunitas seperti Coast to Coast, Patodiningrat, dan BOB Sunset Run, dan masih ada beberapa lagi. “Jadi lebih dari 10 agenda di Pansela nantinya dan ada juga beberapa event yang digelar masyarakat,” kata Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa disabilitas di Sleman wajib asesmen RSUD untuk jalur afirmasi SPMB SMP 2026 sebagai syarat penerimaan sekolah negeri.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.