DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Warga menjemur pipilan jagung di rumahnya di Kalurahan Candirejo, Semin. Foto diambil Senin (16/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Petani di Gunungkidul sedang memasuki panen raya jagung hasil tanam di musim pertama. Di masa panen ini diharapkan harga jagung tidak anjlok.
Harapan ini salah satunya disuarakan oleh Triyani, petani asal Kalurahan Candirejo, Semin. Menurut dia, warga di wilayahnya sudah panen jagung sejak beberapa waktu lalu. “Hasil panennya bagus karena tanaman jagung dapat tumbuh dengan subur,” katanya, Rabu (18/1/2023).
Dia menjelaskan, jagung-jagung yang telah dipanen sebagian sudah dipipil untuk kemudian dijemur agar kadar airnya berkurang. Setelah proses pengeringan selesai, bisa langsung dijual ke pasar atau tengkulak.
Meski demikian, di masa panen ini berharap harga jagung tidak anjlok karena di tahun lalu bisa menembus Rp5.500 per kilonya. Untuk kepastian harga, Triyani tidak mengetahui pasti, tapi berdasarkan informasi dari petani lain di kisaran Rp3.500-4.000 per kilonya. “Kalau bisa naik. Tetapi, kalau tidak jangan sampai turun agar petani tetap bisa mendapatkan untung,” katanya.
BACA JUGA: Disebut Tukang Impor, Ini Respons Mendag Zulkifli Hasan
Senada diungkapkan oleh Warti, petani asal Sambirejo, Ngawen. Ia mengaku panen sudah selesai dan sekarang proses pengeringan sebelum dijual. “Cuma dijemur hingga kering. Setelah kering, saya akan merontokkan dari bonggolnya,” katanya.
Dia berharap tetap bisa mendapatkan untung pada saat panen raya jagung sehingga upaya mewujudkan kesejahteraan para petani. “Saya belum jual, tapi dengar-dengar di kisaran Rp4.000 per kilogramnya,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih mengatakan, komoditas jagung merupakan salah satu tanaman pangan unggulan, selain padi. Untuk sekarang memasuki masa panen raya di musim tanam pertama. “Untuk harga jual sekarang sekitar Rp4.000 di tingkat tengkulak,” katanya.
Dia berharap di masa panen raya ini ada lahan seluas 46.603 hektare yang ditanam jagung. Sebagai gambaran di 2022, produksi jagung di Gunungkidul bisa mencapai 228.861,7 ton dalam setahun. “Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik lagi,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi menambahkan, berdasarkan pengamatan di lapangan di musim tanam pertama berjalan dengan baik. Hasil pemantauan diketahui masih ada serangan hama, namun secara umum bisa dikendalikan. “Jagung sudah panen. Sebentara lagi akan memasuki masa panen raya padi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m