Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Tina pada saat menunjukan pohon manggis yang berada di perkarangan rumah miliknya. Foto diambil Rabu (18/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kapanewon Patuk Gunungkidul selama ini dikenal sebagai sentra penghasil durian dan kakao. Namun demikian, potensi buah-buahan tak sebatas dua komoditas tersebut karena ada juga duku, manggis, rambutan dan aneka buah-buahan lainnya.
Panewu Patuk, Martono Imam Santoso mengatakan, wilayahnya menjadi sentra penghasil buah di Gunungkidul. Komoditas utama yang menjadi unggulan adalah durian dan kakao untuk produksi coklat.
“Sekarang sedang musim durian dan banyak dijual dipinggir jalan. Untuk mencicipinya, juga bisa mendatangi rumah-rumah warga,” katanya, Jumat (20/1/2023).
Menurut dia, dari sisi potensi di Patuk tidak hanya durian dan kakao. Pasalnya, ada potensi yang lain seperti mangga, rambutan.
Baca juga: Wisnutama Tangani Pembukaan Piala Dunia U-20 2023
Tak hanya itu, juga ada budidaya manggis serta pohon duku yang berada di rumah-rumah warga. “Memang banyak potensinya. Bahkan ada juga yang membudidayakan panili dan merica,” ungkanya.
Martono menekankan, upaya budidaya tanaman buah terus dilakukan. Selain untuk mempertegas Patuk sebagai sentra buah, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya dengan budidaya tanaman buah maka perekonomian warga bisa meningkat. Makanya kami terus berupaya mengembangkannya dengan menggandeng berbagai pihak,” katanya.
Salah seorang anggota kelompok Tani Sidodadi II, Dusun Gumawang, Kalurahan Putat, Patuk, Tina mengatakan, banyak tanaman buah yang dikembangkan oleh kelompok. Selain itu, ia menjual durian di rumah.
Untuk harga tergantung ukuran buah mulai dari Rp30.000 hingga Rp75.000 per buahnya. Menurut dia, sekarang sedang musim durian dan diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.
“Masih banyak , kalau sampai dua minggu ke depan. Saya tidak memetiknya karena menunggu hingga durian jatuh dengan sendirinya baru dijual,” kata dia.
Menurut dia, di tanah perkarangan yang dimiliki tidak hanya terdapat pohon durian dan kakao. Hal ini dikarenakan ada tanaman lain seperti rambutan, duku hingga manggis.
“Saya juga ada tanaman merica yang dibudidayakan. Untuk manggis juga sudah mulai berbuah, sedangkan duku masih belum,” katanya.
Salah seorang pembeli asal Kapanewon Semanu, Arista Putri mengatakan, lebih puas membeli langsung ke petani, karena murah dan bisa memilih buah.
“Saya datang ke petani langsung. Selain mencicipi, juga ada yang dibawa pulang ke rumah untuk dimakan bersama keluarga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.