Tatu Bawa Kisah Luka dan Cinta dari Perjanjian Giyanti
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo (tengah) memainkan othok othok saat meresmikan peluncuran Calendar of Event 2023 di Sleman City Hall,Jumat (20/1/2023)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN — Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman akan menggelar 60 event pada tahun ini. Melalui berbagai event tersebut, Dispar Sleman menargetkan 8 juta kunjungan wisata baik lokal dan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan target ini lebih tinggi dari capaian tahun lalu yakni 7,5 juta kunjungan. Beberapa event yang menjadi highlight di antaranya Festival Van der Wijck (2-3 Juni 2023), Prambanan Jazz Festival (7-9 Juli dan 14-16 Juli 2023), dan Tour de Merapi (25 Juli 2023).
Kemudian ada juga Sleman Creative Week (20-22 Oktober 2023), Sleman Temple Run (5 November 2023), Ngayogjazz (18 November 2023), dan Jogja International Heritage Walk (18-19 November 2023).
"Kami harapkan target [kunjungan wisatawan] di angka 8 juta orang. Pandemi sudah melandai, PPKM sudah dicabut. Saat masih pandemi ada 7,5 juta [kunjungan]," kata dia saat peluncuran Calendar of Event 2023 di Sleman City Hall, Jumat (20/1/2023).
BACA JUGA: Ini Jenis Belanja Paling Besar Wisatawan di Jogja Menurut Survei
Target Pendapatan Asli Daerah (PAD), kata dia, juga diproyeksikan meningkat sekitar 20%. Pada 2022 capaian PAD Rp5,6 miliar, tahun ini ditargetkan Rp6 miliar.
Berbagai event yang digelar akan menjadi magnet bagi pengunjung untuk datang ke Sleman. Selain itu, dengan adanya kalender event, wisatawan juga bisa menentukan waktu kunjungan. "Menjadi magnet paling besar seperti Ngayogjazz kunjungannya luar biasa, sekitar 20.000 pengunjung dalam sehari. Sleman Temple Run juga dihadiri dari berbagai negara," kata dia.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menambahkan, melalui peluncuran kalender event, masyarakat atau pun wisatawan yang hendak berkunjung ke Sleman akan lebih mudah dan bisa menjadwalkan kepergiannya secara lebih matang. Selain itu, melalui kalender event, mereka juga bisa memilih event mana yang akan dikunjungi. "Ini [mencapai target kunjungan wisata] memang tidak bisa sendiri harus kolaborasi, baik itu dengan hotel yang ada juga promosi dan sebagainya. Begitu juga DIY bisa promosi bahwa Sleman punya kalender event," ucap dia.
Kepala Dispar DIY, Singgih Raharja mengapresiasi peluncuran Calendar of Event 2023 Kabupaten Sleman. Menurutnya Sleman menjadi peringkat pertama untuk pergerakan wisatawan domestik se-Indonesia.
"Salah satu penggerak wisatawan domestik yakni adalah melalui penyelenggaraan event. Tentu saya berharap kedepan penyelenggaraan event di Kabupaten Sleman terus ditingkatkan kualitasnya," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam menguru
Prakiraan cuaca DIY Jumat 21 Agustus 2026: udara kabur di Kulonprogo, Sleman, dan Kota Jogja. Bantul cerah, Gunungkidul berawan. Suhu 21-32°C. Cek selengk
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sejumlah wilayah DIY. BMKG menyebut gempa dangkal itu dipicu aktivitas Sesar Opak.
Pendaftaran CPNS 2026 sekolah kedinasan dibuka Agustus. Simak 5 channel YouTube gratis untuk belajar TIU, TWK, TKP, SKD hingga SKB.
Persoalan peredaran rokok ilegal menarik perhatian kalangan mahasiswa di Kota Magelang. Hal itu terlihat dalam Sosialisasi di Bidang Cukai Dana Bagi Hasil Cukai