63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Kondisi banjir di Dusun Pugeran, Tileng, Girisubo, Gunungkidul yang sampai menggenani rumah warga pada Selasa (14/3/2023)/Istimewa-Tagana Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Senin (13/2/2023) sore mengakibatkan banjir di Kapanewon Girisubo. Data sementara, genangan air terjadi lima dusun.
Kelima lokasi ini di antaranya Dusun Pugeran, Tileng; Songbanyu 1, Songbanyu; Kandri dan Pucung di Kalurahan Pucung serta Nglindur Kulo, Kalurahan Nglindur Kulon. Selain menggenani rumah warga, banjir juga terdampak di dua sekolah.
Anggota Tagana di Kapanewon Girisubo, Ndaru Haryo Suprobo mengatakan, terus melakukan pendataan dan pemantauan terkiat dengan luapan banjir di Kapanewon Grisubo. Banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur sejak Senin sore.
“Peristiwa ini sudah kami palorkan ke Panewu Girisubo dan BPBD Gunungkidul,” kata Ndaru saat dihubungi, Selasa (14/3/2022).
Menurut dia, luapan air ini mengakibatkan sejumlah rumah warga di Dusun Nglindur Kulon, Songbanyu 1 dan Pugeran terendam. Selain itu, banjir juga menggenai akses masuk di SD Negeri Pucung dan Kandri di Kalurahan Pucung.
BACA JUGA: Pembayaran Ganti Rugi Ratusan Bidang Lahan Tol Jogja di Prambanan Belum Ada Kepastian
“Untuk detailnya masih kita himpun sehingga belum bisa memastikan dimana saja titik yang terparah,” katanya.
Ndaru mengungkapkan kondisi sekarang ini masih terpantau mendung. Adapun perkembangan air juga sudah mulai surut.
“Kalau tidak hujan, pada siang hari sudah bisa surut. Tapi, kalau hujan lagi maka genangan bisa bertambah. Mudah-mudahan bisa segera terkendalikan,” katanya.
Meski ada sejumlah titik genangan air, tapi Ndaru memastikan belum ada laporan kobran jiwa dalam peristiwa ini. “Semoga tetap aman dan kerugian material bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kasus TBC di Kulonprogo meningkat. Dinkes dan PDPI gelar cek kesehatan gratis untuk deteksi dini.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.