Anggaran Terbatas, Layanan Perpustakaan Keliling Bantul Terkendala
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Sedikitnya 30 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang olahan pangan pada Desa Prima mendapat pendampingan terkait dengan perizinan berusaha berbasis risiko. Desa Prima merupakan program pemberdayaan perempuan oleh Pemkab Bantul yang kini disebut Kelompok Ekonomi Produktif (KEP).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantul, Annihayah menyampaikan pendampingan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi ini penting dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait perizinan berusaha berbasis risiko. Selain itu, UMKM juga diharapkan mendapat banyak manfaat legalitas usaha.
"Perizinan Berbasis Risiko OSS - RBA ini ibarat SIM ketika akan berkendara. Jika perizinan berbasis risiko sudah dipegang oleh pelaku usaha, selanjutnya akan lebih mudah dalam mengembangkan usaha secara legal dan aman. Sebab, dengan perizinan berbasis risiko, mengurus perizinan lainnya juga lebih mudah," jelas Annihayah, Jumat (17/3/2023).
BACA JUGA: Ribuan UMKM Padati YIA, Berharap Dilirik Pasar Mancanegara
Annihayah menambahkan, perizinan berusaha berbasis risiko selalu ditekankan karena didasarkan pada UU Cipta Kerja No. 11/2020 yang menekankan dampak signifikan bagi perbaikan iklim usaha dan berinvestasi di daerah dengan mengintegrasikan seluruh proses perizinan ke dalam sistem perizinan elektronik melalui sistem OSS - RBA.
Sementara ini, dipilihnya pelaku usaha mikro di bidang olahan pangan karena dominasi pelaku UMKM masih dipegang oleh usaha makanan dan minuman. Jumlah UMKM olahan pangan tergolong besar dan cukup berhasil dalam menyerap tenaga kerja. Sehingga, secara tidak langsung, UMKM olahan pangan juga berdampak pada angka pendapatan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
PEVS 2026 berlangsung 29 Oktober–1 November di JIExpo Kemayoran dengan 38 peserta, termasuk merek mobil dan motor listrik.
Bakom RI membuka ruang kritik terhadap program MBG. Pemerintah menguji konsep prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi untuk memperbaiki layanan.
BPOB mendampingi pelaku usaha desa penyangga Borobudur memperkuat identitas produk, storytelling, branding, dan pemasaran digital.
BI memperbesar diskon hedging hingga 45% untuk menarik modal asing. Ekonom mengingatkan risiko ketergantungan pada arus modal jangka pendek.
Mbah Wariyana di Bantul berjualan jajanan dengan penghasilan Rp35.000 sehari demi memenuhi kebutuhan hidup dan merawat cucunya yang disabilitas.