KA Pandawa Jogja-Semarang Beroperasi Mulai 1 Desember 2026, Tiket Mulai Rp90.000
KA Pandawa Jogja-Semarang beroperasi 1 Desember 2026. Simak jadwal keberangkatan, stasiun pemberhentian, dan harga tiketnya.
Ilustrasi pengelolaan sampah melalui bank sampah/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) dengan pengelolaan sampah organik. Integrasi akan dilakukan pada RTHP yang memiliki lahan cukup luas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Sugeng Darmanto menyampaikan untuk tahap awal integrasi ini akan dilakukan untuk RTHP yang dibangun Pemkot Jogja tahun ini. "Akan dibangun empat RTHP tahun ini. Itu basisnya juga digunakan untuk mengelola sampah," ucapnya, Senin (27/3/2023).
BACA JUGA : Pemkot Jogja Tambah Tiga Ruang Terbuka Hijau
Dia menjelaskan dari empat RTHP yang akan dibangun oleh Pemkot Jogja tahun ini, dua di antaranya siap diintegrasikan dengan pengelolaan sampah organik. Pertimbangannya adalah kecukupan lahan. Dua RTHP tersebut yakni RTHP di Warungboto dan RTHP di Wirobrajan.
"Ruang terbuka hijau publik yang lahannya luas akan difungsikan untuk pengolahan sampah. Misalnya memperkuat RTHP di Warungboto dan rencana di bekas makam Jopraban di Wirobrajan itu juga termasuk luas. Kami siapkan sementara dua dulu," jelasnya.
Nantinya RTHP tersebut akan dilengkapi dengan tambahan fasilitas pendukung pengolahan sampah. Integrasi ini dilakukan karena terbatasnya lahan di Kota Jogja. "Ya mau tidak mau. Harus seperti itu karena tidak punya tanah. Meskipun konsep pengelolaan masih sampah organik di sekitar RTHP."
Integrasi ini, kata Sugeng, juga untuk mendukung gerakan zero sampah anorganik yang diberlakukan Pemkot Jogja sejak Januari 2023. Diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Jogja Nomor 660/6123/SE/2022 tentang gerakan zero sampah anorganik. Gerakan ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena kondisinya hampir penuh.
BACA JUGA : 2 Ruang Terbuka Hijau Publik di Bantul Dipercantik
Pegiat Kampung Hijau Gambiran, Agus Susanto menyambut baik rencana integrasi RTHP dengan pengelolaan sampah organik. Salah satu tantangan dalam menjalankan hal tersebut adalah kesiapan dari masyarakat yang mengelola sampah di RTHP. Dia berharap jika ini direalisasikan ada fasilitas tambahan seperti peralatan untuk mencacah sampah organik.
"Ya bagus karena itu [pengolahan sampah] sekarang sudah merupakan kebutuhan. Mau tidak mau harus melakukan itu," ungkapnya.
Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi Pemkot Jogja punya gerakan zero sampah organik. Setelah diujicobakan sejak Januari hingga Maret 2023 bisa meminimalisasi sampah sekitar 60 ton per hari. Sampah di Kota Jogja dalam sebulan sekitar 260 ton, namun saat ini ada penambahan sekitar 40 ton. Sehingga setiap hari sampah di Kota Jogja 300 ton.
"Bagaimana mengelola sampah sebaik mungkin. Dari program sampah yang sudah kami uji coba mulai Januari, Februari, Maret, kami bisa mengurangi, meminimalisir sekitar 60 ton per hari bisa kita pilah dengan baik."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Pandawa Jogja-Semarang beroperasi 1 Desember 2026. Simak jadwal keberangkatan, stasiun pemberhentian, dan harga tiketnya.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 9 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Sebanyak 2,4 juta genteng Jatiwangi disiapkan untuk program perumahan pemerintah. Menperin memastikan kualitas dan standar SNI terjaga.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul November 2026. Cek lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri di Hambalang, Bogor. Istana menyebut pertemuan membahas berbagai isu dan pertukaran pengalaman