40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Bupati Sunaryanta (paling kiri) bersama dengan Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih (kanan) saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada petani di hamalan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rabu (29/3/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyalurkan bantuan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan ada 45 unit alsintan yang diberikan kepada petani, meliputi 35 hand tractor dan sepuluh cultivator.
“Hand tractor diberikan kepada kelompok tani. Lima cultivator diberikan guna mendukung budi daya tembakau dan lima lainnya diberikan ke balai penyuluh pertanian,” kata Rismiyadi kepada wartawan, Rabu (29/3/2023).
Alat pertanian modern ini dibeli menggunakan anggaran dari pemkab. Total yang dibutuhkan Rp916 juta, rinciannya sebanyak Rp742,6 juta untuk pengadaan hand tractor dan Rp173.400.000,00 untuk cultivator.
“Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat,” katanya.
Menurut Rismiyadi, bantuan alsintan adalah upaya mendukung modernisasi di bidang pertanian. “Edukasi pemanaatan alsintan dilakukan di balai penyuluhan pertanian. Selain itu, kami juga terus berupaya memberikan pendampingan ke petani secara berkelanjutan,” katanya.
Dengan alat yang lebih modern, pengolahan lahan bisa lebih cepat. Bantuan ini bisa meningkatkan produktivitas panen.
“Tentunya dengan hasil panen yang lebih optimal, bisa menjadi pengungkit para petani dalam rangka peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada para petani agar merawat bantuan mesin pertanian. Menurut dia, bantuan sebagai upaya pemerintah untuk mendukung optimalisasi sektor pertanian.
“Perawatan sangat penting agar mesin-mesin bisa terus dipergunakan, khususnya untuk peningkatan produktivitas pertanian,” katanya.
Sunaryanta menjelaskan pertumbuhan ekonomi Gunungkidul di 2022 mencapai 5,37%. Pertumbuhan ini paling banyak masih didominasi dari sektor pertanian yang kontribusinya mencapai 34%.
“Ini harus dipertahankan karena juga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.