63 Ribu Anak Gunungkidul Berpeluang Masuk Sekolah Rakyat
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
Bupati Sunaryanta (paling kiri) bersama dengan Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih (kanan) saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada petani di hamalan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rabu (29/3/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyalurkan bantuan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan ada 45 unit alsintan yang diberikan kepada petani, meliputi 35 hand tractor dan sepuluh cultivator.
“Hand tractor diberikan kepada kelompok tani. Lima cultivator diberikan guna mendukung budi daya tembakau dan lima lainnya diberikan ke balai penyuluh pertanian,” kata Rismiyadi kepada wartawan, Rabu (29/3/2023).
Alat pertanian modern ini dibeli menggunakan anggaran dari pemkab. Total yang dibutuhkan Rp916 juta, rinciannya sebanyak Rp742,6 juta untuk pengadaan hand tractor dan Rp173.400.000,00 untuk cultivator.
“Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat,” katanya.
Menurut Rismiyadi, bantuan alsintan adalah upaya mendukung modernisasi di bidang pertanian. “Edukasi pemanaatan alsintan dilakukan di balai penyuluhan pertanian. Selain itu, kami juga terus berupaya memberikan pendampingan ke petani secara berkelanjutan,” katanya.
Dengan alat yang lebih modern, pengolahan lahan bisa lebih cepat. Bantuan ini bisa meningkatkan produktivitas panen.
“Tentunya dengan hasil panen yang lebih optimal, bisa menjadi pengungkit para petani dalam rangka peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada para petani agar merawat bantuan mesin pertanian. Menurut dia, bantuan sebagai upaya pemerintah untuk mendukung optimalisasi sektor pertanian.
“Perawatan sangat penting agar mesin-mesin bisa terus dipergunakan, khususnya untuk peningkatan produktivitas pertanian,” katanya.
Sunaryanta menjelaskan pertumbuhan ekonomi Gunungkidul di 2022 mencapai 5,37%. Pertumbuhan ini paling banyak masih didominasi dari sektor pertanian yang kontribusinya mencapai 34%.
“Ini harus dipertahankan karena juga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 ribu anak di Gunungkidul masuk kriteria calon siswa Sekolah Rakyat 2026 untuk keluarga miskin dan anak putus sekolah.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.