Kopdes Merah Putih di Kota Jogja Tetap Beroperasi Meski Belum Punya Gerai
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Ilustrasi ODGJ - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kulonprogo menurun sejak tahun 2018. Dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa, ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo, Rina Nuryati mengatakan angka ODGJ di Kulonprogo terus menurun selama lima tahun.
“Tahun 2019 itu ada 2.978 kasus ODGJ. Angka tersebut terus menurun sampai bulan April 2023 ini dengan 1.507 kasus,” kata Rina dihubungi pada Rabu (26/4/2023).
Rina menambahkan bahwa pada tahun 2020 angka ODGJ mencapai 1.725 kasus, lalu tahun 2021 ada 1.582 kasus, kemudian tahun 2022 ada 1.584 kasus. Apabila melihat angka kasus tersebut, kenaikan hanya terjadi pada tahun 2022 dengan dua kasus saja.
BACA JUGA: Viral Wanita Jadi Korban Begal Payudara di Babarsari Sleman, Ini Videonya
Jelasnya, terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa seperti faktor ekonomi, stressor sosial, dan keturunan. Kata Rina, apabila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, maka anak atau cucu akan lebih rentan terkena gangguan jiwa.
“Kami memiliki agenda khusus yang lebih mengarah ke penguatan deteksi dini di masyarakat. Jangan sampai terdeteksi sudah berat. Deteksi dini lewat sekolah, usia produktif, lansia, terintegrasi dengan kegiatan skrining yang lain,” katanya.
Selain itu, Dinkes Kulonprogo juga bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada dan Yakkum dalam mengurangi angka ODGJ.
“Tahun 2020 lalu kami melakukan pemutakhiran data; semua kasus tahun 2019 dikunjungi di rumah melalui program Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK). Ada yang sudah meninggal juga dan ada yang pindah. Maka kami baru mendapat angka itu. Lalu, tahun 2021 dan 2022 penambahan kasus baru ODGJ tidak melebihi kasus yang meninggal. Jadi selama lima tahun itu angkanya menurun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Kemnaker mengingatkan pekerja mewaspadai penipuan BSU 2026 melalui tautan palsu, pesan WhatsApp, dan permintaan data pribadi.
Gerindra mendalami informasi dugaan pertemuan tokoh oposisi dengan Dubes Singapura. Dino Patti Djalal membantah kabar tersebut dan menyebutnya fiktif.
Wamen ESDM Yuliot memaparkan capaian transformasi energi Indonesia, termasuk biodiesel B50, elektrifikasi 99,85 persen, dan 18 proyek prioritas.
Hujan deras dan kabut menunda MotoGP Australia 2026 di Phillip Island. Veda Pratama dijadwalkan start terdepan di kelas Moto3.
Kemenkes mencatat 109,3 juta peserta Cek Kesehatan Gratis, 21 RSUD baru beroperasi, dan estimasi insiden TB turun pada 2026.