Malioboro Tetap Terbuka Saat Jogja Last Friday Ride Digelar
Pemkot Jogja memastikan Malioboro tetap terbuka saat Jogja Last Friday Ride digelar. ASN akan mendampingi peserta dengan bersepeda bersama masyarakat.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA—Lahan parkir di Malioboro Jogja terbatas, pengadaan lahan di sekitar kawasan tersebut sulit dilakukan Pemda DIY. Terbatasnya lahan kosong serta harga tanah yang cukup tinggi, menjadi persoalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Pemda DIY telah melakukan berbagai upaya dalam menambah lahan parkir di Malioboro. Mulai dari menyewa lahan bekas UPN Veteran Yogyakarta yang kini menjadi Parkir Ketandan. Tempat parkir tersebut pun diharapkan mampu menampung wisatawan yang berkunjung ke sekitar Malioboro.
Selain itu, Pemda DIY juga telah mengupayakan tempat parkir di Terminal Giwangan, Bandara Adisutjipto dan Terminal Jombor untuk digunakan sebagai tempat parkir wisatawan. Guna mempermudah akses wisatawan dari tempat parkir tersebut ke wilayah Kota Jogja, Pemda DIY menyediakan transportasi umum.
BACA JUGA : Mahalnya Parkir di Jogja Jadi Keluhan Wisatawan
Akan tetapi Sultan menyadari dengan banyaknya wisatawan yang berpusat di Malioboro, upaya tersebut pun masih kurang. Akibatnya, jalan-jalan di samping kanan kiri Jalan Malioboro, seperti Jalan Pajeksan dan Jalan Dagen digunakan wisatawan untuk parkir.
Adanya tarif parkir pada tempat parkir yang dikelola swasta tidak sesuai regulasi, bahkan beberapa kali lipat daripada tarif yang telah ditetapkan pun dinilai Sultan menjadi salah satu dampak dari minimnya lahan parkir di kawasan tersebut.
“Itu memungkinkan seperti itu, ruang untuk mencari duit yang lebih banyak bisa, ya nanti kami pikirkan,” katanya di Kompleks Kepatihan, Rabu (3/5/2023).
Oleh karena itu Sultan berharap, masyarakat sekitar di Malioboro Jogja yang memiliki lahan dapat memanfaatkan lahan pribadi tersebut sebagai tambahan tempat parkir bagi wisatawan. “Harapan saya sekitar di Malioboro, rumah-rumah yang kosong bisa enggak punya kerja sama dengan Pemda DIY atau dengan teman-temannya untuk membuat tempat parkir?” ucapnya.
BACA JUGA : Lahan Parkir di Malioboro Jogja Terbatas
Sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan parkir di Malioboro sangat dibutuhkan. Sultan mengakui Pemda DIY mengalami kesulitan untuk melakukan pengadaan lahan guna dijadikan tempat parkir di Malioboro Jogja. Menurutnya, sekitar kawasan Malioboro sudah cukup padat, sehingga mencari lahan kosong dengan luas sekitar 1 atau 2 hektare untuk dijadikan tempat parkir tidak memungkinkan.
Belum lagi, harga tanah di kawasan Malioboro Jogja nilainya cukup tinggi, sehingga pengadaan lahan parkir dinilai tidak dapat dilakukan.
“Kami enggak mungkin akan membebaskan semua kawasan untuk tempat parkir. Jadi harus ada inisiatif dari publik, bisa enggak kerja sama sama dengan Pemda DIY? Mosok semuanya harus kami yang membebaskan, kalau sekitar Malioboro kan harganya sudah sangat mahal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja memastikan Malioboro tetap terbuka saat Jogja Last Friday Ride digelar. ASN akan mendampingi peserta dengan bersepeda bersama masyarakat.
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.
Ye dipastikan menggelar konser di Stadion Utama GBK Jakarta pada 24 Oktober 2026. Tiket mulai dijual 29 Juli 2026.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (25/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Harga Bitcoin naik ke 65.500 dolar AS, didukung sentimen regulasi, arus dana ETF, dan optimisme investor institusi.
Sengketa kerja sama pengelolaan Hotel Elsotel Purwokerto berakhir damai melalui mediasi di Pengadilan Negeri Purwokerto.