Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA—Lahan parkir di Malioboro Jogja terbatas, pengadaan lahan di sekitar kawasan tersebut sulit dilakukan Pemda DIY. Terbatasnya lahan kosong serta harga tanah yang cukup tinggi, menjadi persoalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Pemda DIY telah melakukan berbagai upaya dalam menambah lahan parkir di Malioboro. Mulai dari menyewa lahan bekas UPN Veteran Yogyakarta yang kini menjadi Parkir Ketandan. Tempat parkir tersebut pun diharapkan mampu menampung wisatawan yang berkunjung ke sekitar Malioboro.
Selain itu, Pemda DIY juga telah mengupayakan tempat parkir di Terminal Giwangan, Bandara Adisutjipto dan Terminal Jombor untuk digunakan sebagai tempat parkir wisatawan. Guna mempermudah akses wisatawan dari tempat parkir tersebut ke wilayah Kota Jogja, Pemda DIY menyediakan transportasi umum.
BACA JUGA : Mahalnya Parkir di Jogja Jadi Keluhan Wisatawan
Akan tetapi Sultan menyadari dengan banyaknya wisatawan yang berpusat di Malioboro, upaya tersebut pun masih kurang. Akibatnya, jalan-jalan di samping kanan kiri Jalan Malioboro, seperti Jalan Pajeksan dan Jalan Dagen digunakan wisatawan untuk parkir.
Adanya tarif parkir pada tempat parkir yang dikelola swasta tidak sesuai regulasi, bahkan beberapa kali lipat daripada tarif yang telah ditetapkan pun dinilai Sultan menjadi salah satu dampak dari minimnya lahan parkir di kawasan tersebut.
“Itu memungkinkan seperti itu, ruang untuk mencari duit yang lebih banyak bisa, ya nanti kami pikirkan,” katanya di Kompleks Kepatihan, Rabu (3/5/2023).
Oleh karena itu Sultan berharap, masyarakat sekitar di Malioboro Jogja yang memiliki lahan dapat memanfaatkan lahan pribadi tersebut sebagai tambahan tempat parkir bagi wisatawan. “Harapan saya sekitar di Malioboro, rumah-rumah yang kosong bisa enggak punya kerja sama dengan Pemda DIY atau dengan teman-temannya untuk membuat tempat parkir?” ucapnya.
BACA JUGA : Lahan Parkir di Malioboro Jogja Terbatas
Sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan parkir di Malioboro sangat dibutuhkan. Sultan mengakui Pemda DIY mengalami kesulitan untuk melakukan pengadaan lahan guna dijadikan tempat parkir di Malioboro Jogja. Menurutnya, sekitar kawasan Malioboro sudah cukup padat, sehingga mencari lahan kosong dengan luas sekitar 1 atau 2 hektare untuk dijadikan tempat parkir tidak memungkinkan.
Belum lagi, harga tanah di kawasan Malioboro Jogja nilainya cukup tinggi, sehingga pengadaan lahan parkir dinilai tidak dapat dilakukan.
“Kami enggak mungkin akan membebaskan semua kawasan untuk tempat parkir. Jadi harus ada inisiatif dari publik, bisa enggak kerja sama sama dengan Pemda DIY? Mosok semuanya harus kami yang membebaskan, kalau sekitar Malioboro kan harganya sudah sangat mahal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.