Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Sejumlah warga dan relawan mengikuti program bedah rumah RTLH di Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan, Rabu (2/9/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul pada 2023 berencana memperbaiki 325 unit rumah tak layak huni (RTLH).
BACA JUGA: Masih Ada 2.700 Rumah Tidak Layak Huni di Bantul
Meski demikian, program ini belum bisa menyelesaikan masalah karena masih ada sekitar 17.000 rumah warga yang dinilai tidak layak untuk tempat tinggal.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, perbaikan RTLH merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Meskipun hingga sekarang masih ada sekitar 17.000 rumah warga yang dinilai belum layak untuk ditinggali.
Adanya permasalahan ini, maka pemkab terus berupaya agar setiap warga di Bumi Handayani bisa memiliki tempat tinggal yang layak.
“Makanya bantuan perbaikan RTLH terus digulirkan,” kata Giyanto, Rabu (10/5/2023).
Giyanto mengakui penyelesaian membutuhkan waktu dikarenakan kemampuan anggaran yang dimiliki masih sangat terbatas. Sebagai contoh di tahun ini hanya ada perbaikan sebanyak 325 unit, sedangkan di 2022 lalu sebanyak 400 unit.
Giyanto menjelaskan, perbaikan RTLH tahun ini tersebar di 77 kalurahan di 18 kapenewon. Rencananya setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta.
“Kalau ditotal anggaran RTLH di 2023 sebanyak Rp6,5 miliar,” ungkapnya.
Adapun proses perbaikan sudah melalui tahap verifikasi validasi, hingga pembuatan rekening untuk penyaluran bantuan.
“Sekarang sudah mulai, tapi pelaksanaannya juga sangat bergantung dengan kesiapan dari penerima manfaat,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan RTLH tidak hanya menjadi tugas dari pemkab. Pasalnya, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat hingga kalurahan juga berkewajiban melaksanakan pembangunan ini.
“Tahun ini juga ada bantuan dari provinsi maupun pemerintah pusat, tapi jumlah pastinya belum diketahui,” katanya.
Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen, Suparna saat dikonfirmasi membenarkan bahwa di kalurahan juga ada program RTLH. Berdasarkan hasil musyarawah kalurahan ditetapkan 20 unit yang diperbaiki tahun ini.
“Sesuai dengan ketentuan didalam pelaksanaan, maka setiap rumah akan mendapatkan bantuan perbaikan sebesar Rp10 juta,” katanya.
Disinggung mengenai bantuan perbaikan rumah dari Pemkab Gunungkidul, Suparna mengakui sekarang baru mengusulkan enam unit RTLH di Kalurahan Kampung untuk perbaikan. “Mudah-mudahan bisa disetujui programnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur