Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Sebuah mobil tangki sedang menyalurkan air bersih ke bak penampungan yang dimiliki warga Dusun Pulebener, Giring, Paliyan. Foto diambil Senin (29/5/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di tiga dusun di Kalurahan Giring, Paliyan menjadi daerah rawan air bersih saat kemarau. Warga berharap layanan PDAM lancar selama musim kemarau ini.
Kepala Dusun Pulebener, Triyono mengatakan, memasuki kemarau ada kekhawatiran dari warga terkait dengan pasokan air bersih. Kondisi ini tidak hanya dialami di Dusun Pulebener, tapi juga dirasakan bagi warga di Dusun Nansri dan Pengos.
“Tempat kami masuk daerah rawan. Sebagai buktinya hampir semua rumah warga memiliki bak penampungan air,” kata Triyono, Selasa (30/5/2023).
Dia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sudah layanan dari PDAM Tirta Handayani. Meski demikian, belum semua warga memiliki sambungan tersendiri dikarenakan satu unit sambungan rumah bisa dipergunakan untuk tiga sampai lima keluarga.
“Misalnya SR di tempat saya dipergunakan untuk dua keluarga. Jadi, dengan penggunaan secara bersama-sama, maka harus saling bergantian,” katanya.
Triyono mengakui warganya sangat bergantung dengan pasokan air bersih dari PDAM. Oleh karenanya, ia berharap selama kemarau pasokan dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak ada masalah berkaitan dengan kebutuhan air bersih.
“Sekarang masih lancar, tapi harapannya saat memasuki puncak kemarau aliran tidak macet. Sebab, kalau macet harus membuat laporan yang disertai dengan permintaan air bersih,” katanya.
Disinggung mengenai bantuan air bersih, Triyono tidak menampik di awal kemarau ini sudah ada bantuan dari pihak ketiga yang masuk. Penyaluran sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.
“Memang sudah ada PDAM. Tapi, saat ada bantuan warga juga menerimanya. Bantuan juga diberikan ke Dusun Nansri dan Pengos,” katanya.
BACA JUGA: Puncak Kemarau Diprediksi Bulan Agustus, Awas Ancaman Kekeringan
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, terus berupaya memaksimalkan layanan selama musim kemarau agar pasokan ke pelanggan tidak tersendat. Selain terus melakukan pemelihararaan secara berkala juga ada upaya memaksimalkan potensi dengan memaksimalkan kapasitas mesin pompa yang dimiliki agar pasokan lebih lancar.
“Sudah kami siapkan tim untuk pemeliharaan pada saat terjadi gangguan. Tujuannya, agar layanan bisa terus lancar,” katanya.
Selain itu, untuk meningkatkan kapsitas produksi air bersih juga ada rencana mengoptimalkan pemanfaatan sungai bawah tanah Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari.
“Kami rencanakan kapasitasnya naik dari 40 menjadi 140 liter per detik. Dengan peningkatan ini bisa memperkuat layanan di sektor barat mulai dari Kapanewon Saptosari, Paliyan, Panggang, Purwosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
7 bidang tanah calon pengganti kas Kalurahan Palihan, Kulonprogo, dicoret karena berada di bawah Sutet. Warga kecewa dan minta evaluasi.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.