27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Ilustrasi aktivitas di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Menindaklanjuti arahan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Inspektorat DIY melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gesing.
Diketahui sebelumnya, pada pembangunan tahap pertama PPI Gesing ditargetkan rampung pada Desember 2022. Tetapi karena sejumlah kendala, pembangunan tersebut molor dari target.
Menurut Inpsektur DIY, Muhammad Setiadi, hingga akhir Desember 2022 pengerjaan PPI Gesing yang dianggarkan Rp108 miliar telah mencapai 92%, sisanya ditargetkan rampung hingga akhir Juli 2023.
Setiadi menyampaikan pihaknya telah melakukan tindak lanjut dari arahan BPK tersebut. “Inspektorat memonitor dan mengevaluasi serta pemeriksaan setelah selesai pekerjaan,” katanya, Minggu (4/6/2023).
BACA JUGA: Bisa Tampung hingga 40 Unit Kapal 40 GT, Kapan Pelabuhan Gesing Selesai Dibangun?
Dia menyampaikan pembangunan PPI Gesing meleset dari target karena adanya keadaan force majeure. Keadaan tersebut disebabkan karena kendala berupa adanya genangan air yang muncul di area pengerukan, dan kerasnya batuan di lokasi tersebut.
Atas kondisi tersebut, menurut Setiadi telah dilakukan kajian oleh pakar teknik UGM, Prof. Ir. Nur Yuwono. Dalam kajian tersebut ahli menyatakan bahwa kesulitan dalam pembangunan PPI Gesing dalam penggalian fondasi dermaga dan kolam labuh pelabuhan berupa kondisi batuan dasar lokasi tersebut relatif keras.
Dengan kondisi tersebut, di pasar tidak tersedia alat pemecah batu hidraulis yang mempunyai kemampuan memecah batu pada kedalaman -3 meter, pada umumnya panjang rock breaker hanya mencapai -1 hingga -1,5 meter.
“Agar pelaksana penggalian batuan dasar dapat dilakukan dengan menggunakan alat pemecah batu yang tersedia, maka kontraktor berusaha dengan menurunkan elevasi muka air yang cukup dalam. Ternyata ini tidak dapat dilakukan karena ada sumber air yang debitnya relatif besar di area pelabuhan tersebut, baik sumber air tersebut berasal dari laut maupun dari daratan,” katanya dalam kajian tersebut.
Menurutnya agar pekerjaan tersebut dapat selesai, maak diusulkan dua alternatif penggalian tanah dasar lokasi pelabuhan yang memungkinkan kontraktor melaksanakan penggalian sampai dengan -3 meter hingga -3,8 meter pada pondasi dermaga.
“Perbedaan kedua alternatif tersebut pada prinsipnya pada pemasangan dinding dermaga L-shape yaitu yang satu dilakukan melalui darat, dan yang kedua melalui perairan,” katanya.
Menurut Setiadi, progres pembangunan PPI Gesing dinilai cukup signifikan. “Prosesnya sudah sampai dengan setelah trial, sudah dipastikan kekuatan dinamit peledak. Sudah berhasil, tinggal mengeruk saja. Nanti dibuang ke samping kanan kiri yang ada sidnya nanti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.