Investasi Sleman Tembus Rp3,53 Triliun, Ini Sektor Terbesarnya
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Keterbatasan lahan yang ada di Kota Jogja membuat sampah yang ada akan kembali dibuang ke TPA Piyungan Transisi Tahap I. Kemudian, sebagian akan dibuang ke Kulonprogo, dan sisanya harus dikelola secara mandiri.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono menegaskan sampah Kota Jogja akan kembali dibuang ke TPA Piyungan Transisi Tahap I pada besok, Jumat (28/7/2023). Kebijakan tersebut menurut Beny diambil dengan pertimbangan keterbatasan lahan yang ada di Kota Jogja.
Menurut Beny, kapasitas di TPA Piyungan Transisi Tahap I saat ini hanya tersisa 10%. Jumlah tersebut kemudian akan digunakan untuk menampung sampah dari Kota Jogja dengan maksimal 100 ton per hari. Untuk memastikan kondisi TPA Piyungan Transisi Tahap I, menurut Beny akan dilakukan evaluasi setiap tiga hari sekali. "Transisi I sudah ada tempatnya, bukan bikin baru, celahnya sekitar 10 persen, luasnya sekitar 1.700 persegi. Kami akan evaluasi setiap tiga hari sekali,” katanya.
BACA JUGA: Masalah Sampah, Dewan Minta Pemkab Bantul Jangan Tergantung pada TPA Piyungan
Selain itu untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Jogja, menurut Beny, Kulonprogo juga telah bersedia menampung 15 ton sampah per hari. Sisanya menurut Beny, Kota Jogja harus dapat mengolah sampahnya secara mandiri.
Untuk itu, menurutnya, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X telah merencanakan untuk memberikan alat pengolahan sampah organik senilai Rp85.000 per unit kepada 1.000 keluarga di Kota Jogja.
Dengan begitu, menurut Beny diharapkan persoalan sampah di Kota Jogja dapat rampung selagi menunggu selesainya pembangunan TPA Piyungan Transisi Tahap 2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
SPPG Banjarharjo II di Muntuk, Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak 19 Oktober setelah melengkapi kebutuhan tenaga inti.
Pemkab Bantul menyiapkan pemindahan rute jeep wisata dari zona inti ke zona penyangga Gumuk Pasir untuk menjaga kelestarian bentang alam barchan.
Kementerian PKP menargetkan bedah 10.300 rumah tak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.