Kemarau, 32 Saluran Irigasi di Sleman Diperbaiki
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.
Tanah Kas Desa - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Binangun Mulya Sejati, Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo memanfaatkan tanah kas desa seluas 3.000 meter persegi untuk rest area.
Dinamakan Rest Area Kembang Tebu, fasilitas ini dibangun dengan berbagai sumber pendanaan, totalnya mencapai Rp1 miliar lebih.
Direktur BUMDes Binangun Mulya Sejati, Fatkul Qorib, mengatakan bahwa pembangunan dan pengembangan rest area di atas tanah kas desa tersebut tidak hanya mengandalkan dana desa namun juga dana keistimewaan sampai bantuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI.
“Ke depan kami juga akan mengajukan CSR dari BPD DIY. Kami tidak menyebut nominal sih tapi kami menyebutkan kebutuhan-kebutuhan [dalam pengembangan rest area]. Sampai saat ini saja pembangunan dan pengembangan rest area tersebut sudah menelan sekitar Rp1 miliar,” kata Fatkul, Senin (31/7/2023).
Fatkul menambahkan rest area tersebut masih perlu penyempurnaan seperti pemasangan gorden sampai kaca di penginapan yang ada di kompleks tersebut. Sedangkan untuk pemanas air sudah terpasang.
Dia berharap Rest Area Kembang Tebu di Kulonprogo dapat beroperasi secara penuh pada Desember 2023.
BACA JUGA: Trans Jogja Dikonversi Jadi Bus Listrik, Dukung Malioboro Rendah Emisi
Di kawasan rest area tersebut terdapat lima rumah dengan setiap rumah dapat diisi sampai maksimal enam orang. Selama enam bulan terakhir tahun 2023, telah ada beberapa pengunjung yang menginap di rest area tersebut.
“Sementara kami pasang tarif Rp150.000 per dua belas jam. Baru promosi juga kan. Sudah ada yang menginap juga kemarin. Jumlah orangnya lupa tapi total sepuluh malam. Tapi prinsipnya di sana sedang kami kembangkan. Nantinya ada kuliner juga,” katanya.
Selain BUMDes Binangun Mulya Sejati, Kalurahan Jatimulyo memiliki unit usaha lain seperti jasa keuangan mikro, pengelolaan pasar desa, wisata desa di Kembang Soka dan Kedung Pedut, dan agen Bank BRI.
Tahun 2022, BUMDes Binanguan Mulya Sejati baru mendapat laba Rp40 juta dari target Rp50 juta. Jumlah tersebut masih belum memenuhi target. Pembagian laba dengan Pemerintah Desa/Kalurahan Jatimulyo mencapai 50%.
Dengan minimnya laba dan tidak pastinya pengunjung di Kembang Soka dan Kedung Pedut, Fatkul berharap Rest Area Kembang Tebu di atas tanah kas desa ini dapat menjadi penyokong pendapatan BUMDes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.
Si Jodie memungkinkan dokumen pencatatan sipil di Jogja selesai sehari kerja. Cek syarat dan kanal resmi pengajuannya.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.
Hotspot Kalbar dan Kalteng kembali naik. Menhut Raja Juli Antoni menetapkan kedua provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla.
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.