Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kegiatan acara sunatan massal yang diselenggarakan di Dusun Jragum, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul, Sabtu (5/8/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo maju sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI dari PAN. Ia pun mulai memperkenalkan diri kepada warga Gunungkidul untuk memuluskan langkahnya sebagai wakil rakyat di tingkat nasional.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar acara bakti sosial khitanan massal di Dusun Jragum, Ngeposari, Semanu pada Sabtu (5/8/2023). Total di dusun ini ada 17 anak yang disunat menggunakan metode top sealer sehingga tidak merasakan sakit dan cepat dalam penyembuhan.
BACA JUGA : Tahun Politik, Bupati Sleman Minta Warga Jaga Suasana Kondusif
“Di seluruh DIY, saya targetkan 1.000 anak yang disunat di 2023. Ini penyelenggaraan pertama di Gunungkidul, sedangkan secara total sunatan sudah digelar sebanyak lima kali,” kata Sri Purnomo kepada wartawan, Sabtu.
Ia tidak menampik kegiatan bakti sosial yang digelar merupakan bagian dari memperkenalkan diri sebagai bacaleg DPR RI kepada warga Gunungkidul. Di Pileg 2024 Sri Purnomo mendapat daulat dari Ketua Umum PAN agar berpartisipasi memperebutkan kursi DPR dari daerah pilihan DIY.
“Kami diminta memperkuat barisan PAN di DIY. Panggilan jiwa kami sebagai orang politik, ya bismillah maju untuk memperkuat PAN di DIY,” katanya.
Sri Purnomo sudah menyiapkan sejumlah strategi pemenangan. Selain berkolaborasi dengan DPD di seluruh DIY dan bacaleg di DPRD kabupaten/kota serta provinsi, juga mempersiapkan jalur non partai.
BACA JUGA : 6 Parpol Daftarkan Bacalegnya, PAN: Dua Petahana Kami Tak Maju Lagi
Salah satunya memanfaatkan jaringan kader kesehatan di seluruh DIY. Sebagai pemilik klinik kesehatan, Sri Purnomo menyakini paguyuban yang dimiliki bisa sangat berguna untuk memperkenalkan diri ke masyarakat.
“Ada yang bergerak dengan struktur jaringan partai, ada yang mlaku dengan jaringan klinik kesehatan yang ada di seluruh DIY,” katanya.
Ia berharap dengan cara yang dilakukan dapat mendulang banyak suara sehingga langkah menjadi anggota DPR RI semakin mulu. “Kalau di sini [Gunungkidul] paling sedikit bisa 25.000 dan paling banyak 30.000 suara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.