Musim Hujan Tiba, BPBD Sleman Ingatkan Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
Ilustrasi tempat parkir. /Bisnis-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk mendukung Malioboro full pedestrian 2025, Taman Parkir Ketandan akan tampung kendaraan wisatawan dengan sistem smart parking.
Plh Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Sumariyoto menyampaikan status lahan Taman Parkir Ketandan masih menyewa dari UPN Veteran Yogyakarta. Meski begitu, dengan rencana penataan Jalan Malioboro menjadi full pedestrian, maka taman parkir tersebut menurut Sumariyoto dapat menjadi pilihan tempat parkir bagi wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.
“Jika nanti keinginan Ngarso Dalem [Sultan HB X] agar pedestrian di Ketandan mulai dari Gapura Pecinan sampai ke timur, jadi nanti parkirnya bisa di Ketandan semua,” katanya dihubungi melalui telepon, Kamis (10/8/2023).
Tempat parkir tersebut menurut Sumariyoto digadang-gadang akan menggunakan sistem smart parkir. Konsep tersebut pun masih dalam proses pengkajian hingga saat ini.
“Kita berharap dapat menjadi smart parking, berikutnya ini belum tahu, ini baru konsep,” katanya.
Baca juga: Banyak Warga Membakar Sampah, DLHK DIY Cemaskan Kualitas Udara
Untuk memudahkan wisatawan ketika Malioboro full pedestrian, menurut Sumariyoto, Taman Parkir Ketandan akan digunakan sebagai area pick up point kendaraan online.
“Ke depannya Ketandan bisa digunakan pickup bagi aplikasi, misalnya sudah full pedestrian berarti kan tidak bisa masuk, berarti penumpang yang akan memesan angkutan sewa khusus, nanti pickupnya bisa ke Ketandan. Kita sudah sounding ke aplikator, untuk bisa menempatkan pickupnya di sana,” katanya.
Meski begitu, menurut Sumariyoto konsep tersebut masih terus disempurnakan. Sehingga tahun ini belum ada pembangunan konstruksi di Taman Parkir Ketandan. “Tahun ini kita belum membangun konstruksi di sana, kita lihat ke depannya nanti. Kalau konsepnya bisa kita kembangkan, cuma saya belum bisa menyampaikan,” katanya.
Saat ini menurut Sumariyoto kapasitas Taman Parkir Ketandan dapat menampung 90 mobil, dan 60 mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman meminta warga memeriksa pohon rawan tumbang, membersihkan selokan, dan memantau prakiraan cuaca BMKG saat musim hujan.
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Pemkab Bantul mulai menyosialisasikan wajib belajar prasekolah setahun bagi anak usia 5–6 tahun sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
Komisi A DPRD Jogja mendorong adanya kendala pemerintahan digital dan memperkuat audit eksternal untuk meningkatkan layanan publik.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andhika Dharma Sena dan tiga personel dinonaktifkan serta diperiksa Propam Polri terkait penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Kajian Celios memperkirakan kerugian kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp224,65 triliun, dengan potensi 41,89 juta orang terdampak ISPA.