UMK Bantul 2027 Dibahas, DPRD Sebut Upah Ideal untuk Buruh Rp4,5 Juta
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
Aksi demo warga Ponggok 2, di kantor Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Jumat (1/9/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah warga di Kelurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis menggelar demo di kantor Kalurahan Trimulyo, Jumat (1/9/2023). Sembari membawa poster dan spanduk, ratusan warga menolak pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang rencananya dibangun di sekitar pemukiman mereka.
Penolakan itu didasari kekhawatiran warga akan bau yang ditimbulkan dari IPLT.
Ketua RT 01 Ponggok 2, Kalurahan Trimulyo, Eva Dwiputra mengaku sebenarnya mendukung rencana pembangunan IPLT, tetapi memang harus dikaji secara matang dengan melibatkan warga.
Menurutnya berdasarkan sosialisasi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu jarak IPLT dengan pemukiman warga sangat dekat yakni 120 meter. "Kami mendukung IPLT, tetapi ya harus dipindahkan lokasinya. Yang sekarang itu kan dekat sekali dengan warga pasti nanti terganggu dengan baunya," kata Eva.
Eva menyebutkan, IPLT rencananya akan dibangun di Dusun Blawong dan dekat sekali dengan area Ponggok. Kondisi saat ini saja, kata dia, dengan lokasi permukiman yang berada di sekitar Stadion Sultan Agung, warga kerap terganggu dengan adanya pertandingan sepakbola dan aktivitas olahraga lain. "Kami sudah melihat IPLT yang di Madurejo, Prambanan kenyataannya sangat bau sekali. Makanya kami menolak kalau dibangun di area kami," ujar dia.
BACA JUGA: Demo di Depan Gedung DPR, Berikut 12 Tuntutan Apdesi
Warga dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul sempat berdiksusi agar nantinya melihat lebih dulu penyelenggaraan IPLT yang ada di Keputih, Surabaya, Jawa Timur. Di sana IPLT dinilai dikelola dengan optimal. Namun, warga tetap menolak dan ingin agar tidak ada pembangunan IPLT di wilayahnya.
Sub Koordinator Substansi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPKP Bantul Erwin Prasmanta menyatakan, rencana pembangunan IPLT yang ditolak warga belum final dan masih dalam tahap sosialisasi. Padahal pihaknya sudah mengajukan agar warga studi banding ke Keputih Surabaya untuk melihat pengelolaan IPLT di sana.
"Tadi kami beri tawaran untuk melihat IPLT yang di lokasi lain tetapi mereka [warga] menolak dulu. Sebenarnya belum ada pembangunan, masih tahap sosialisasi dan kami hanya melihat ke sana dengan kelurahan dan warga lain. Nanti kami evaluasi lagi soal aspirasi warga," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
Sebanyak 56 penerima Beasiswa Sleman Pintar diwisuda. Salah satunya, Rayhan Rahman Syah, lulus dengan IPK 3,9 dan bekerja di PT KAI.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 26 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Lula memenangi pilpres Brasil dengan 51,75% suara, mengalahkan Flávio Bolsonaro setelah tertinggal pada putaran pertama.
Cek harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Senin 26 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
PDA Indonesia menjelaskan prinsip infill development agar bangunan baru tetap selaras dengan nilai sejarah, budaya, dan arsitektur kawasan cagar budaya.