Disnaker Sleman Soroti Ketimpangan Lulusan dan Peluang Kerja
Jumlah lulusan perguruan tinggi di Sleman terus bertambah, sementara lapangan kerja formal belum mampu mengimbanginya. Disnaker soroti mismatch kompetensi.
Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti meletakkan batu pertama pembangunan balai budaya Tuksono pada Kamis (21/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Tuksono, Kapanewon Sentolo mulai membangun balai budaya yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) 2023. Nilai pembangunan tersebut mencapai Rp1,6 miliar.
Lurah Tuksono, Zainuri mengatakan bahwa pembangunan balai budaya baru dimulai dari bangunan pendopo utama dengan anggaran Rp728 juta. Sedangkan sisa dana sebesar Rp894 juta diharapkan dapat diakses pada 2024 untuk penyempurnaan dan kelengkapan balai budaya tahun depan.
Dia juga menerangkan bahwa pihaknya mendapat dana desa mandiri budaya tahun 2023 sebesar Rp1 miliar. "Dari jumlah itu, kami gunakan untuk kegiatan nonfisik empat pilar Rp199 juta dan untuk pembangunan kampung tradisional Tuksono sebesar Rp800 juta," Zainuri dalam sambutannya, Kamis (21/9/2023).
Dia menjelaskan, Kalurahan Tuksono merupakan salah satu kalurahan mandiri budaya. Pembangunan balai budaya tersebut akan menjadi wujud pemberdayaan masyarakat untuk sentra kerajinan serat alam dan pengemasan kuliner tahu. Dengan begitu pembangunan akan mendorong peningkatan perekonomian warga.
"Harapan ke depan Kampung Tradisional dan Balai Budaya Tuksono dapat menjadi area pemberdayaan masyarakat di bidang pelestarian adat dan tradisi, kesenian lokal, kuliner, kerajinan dan pariwisata yang akhirnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, mengurangi kemiskinan dan pengangguran," katanya.
BACA JUGA: Balai Budaya di DIY Bakal Dibangun Ideal & Lengkap
Di lain pihak, Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa pembangunan kampung tradisional dan balai budaya Tuksono akan menjadi tempat pembinaan potensi dan kekayaan lokal, tidak hanya sekadar bangunan. Hanya saja untuk menuju pada keberhasilan pembinaan tersebut maka semua pihak perlu berkomitmen dengan mengisi kegiatan pemberdayaan.
“Nanti perlu adanya komitmen dari semua pihak, tidak sekedar bahwa bangunan itu ada tetapi harus ada komitmen bagaimana mengisi dan kemudian menjaganya menjadi sesuatu yang kemudian berlanjut," kata Made.
Selain komitmen, hal lain yang tidak kalah penting adalah kreativitas dan inovasi agar eksistensi kampung tradisional Tuksono terjaga dan lebih dikenal masyarakat luas. Katanya, perlu adanya pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana marketing aktivitas kreativitas masyarakat.
“Untuk menjaga keberlangsungan dari aktivitas kampung tradisional dan balai budaya Tuksono, perlu adanya kreativitas dan inovasi, serta peningkatan pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana marketing. Jadi bagaimana cara memasarkan, agar orang tahu bahwa di Tuksono tidak hanya sebagai kawasan Industri, namun juga ada aktivitas kreativitas masyarakat," katanya.
Sementara itu, Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, mengatakan terdapat tantangan besar yang harus dihadapi setelah pembangunan fisik balai budaya. Tantangan yang dia maksud yaitu keberlangsungan aktivitas di Kampung Tradisional dan balai budaya tersebut. Menurut dia, pembangunan fisik hanya salah satu sarana prasarana.
"Tetapi yang paling penting adalah bagaimana fisik ini nanti bisa beroperasi dengan optimal. Tuksono juga menjadi bagian bentuk baru, di mana ada balai budaya sekaligus kampung tradisional. Harapan kita dengan adanya kolaborasi antara keinginan aktivitas di dalam rangkaian budaya ini bisa menjadi pembeda dari tempat lainnya,” kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lulusan perguruan tinggi di Sleman terus bertambah, sementara lapangan kerja formal belum mampu mengimbanginya. Disnaker soroti mismatch kompetensi.
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi SPMB SD-SMP setelah banyak SDN dan SMPN kekurangan murid. Disdikpora menyiapkan regrouping sekolah.
Sebanyak lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Impact Circle 2026, seminar dan workshop pengembangan diri yang diinisiasi oleh AIESEC
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.