Kopdes Merah Putih di Kota Jogja Tetap Beroperasi Meski Belum Punya Gerai
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Ilustrasi batik./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo sedang menggagas pembuatan motif batik baru khas Kulonprogo. Motif tersebut akan menggali kearifan lokal yang ada di Kulonprogo.
Kepala Bidang Perindustrian Disdagin Kulonprogo, Ade Wahyudiyanto mengatakan jajarannya saat ini sedang menggali hal-hal yang ada di Kulonprogo untuk memunculkan motif batik baru.
"Terkait dengan desain baru untuk batik, sedang kami gali untuk memunculkan motif baru lagi selain batik geblek renteng agar tidak jenuh dengan desain atau motif yang sudah ada," kata Ade dihubungi, Selasa (7/11/2023).
Ade menambahkan kendati masih menggali, tetapi Disdagin telah berencana mengakomodasi motif batik gula setangkep. Motif tersebut sudah diproduksi di Kelompok IKM di Hargorejo, Kokap.
BACA JUGA: Gandeng IKM, Kenalkan Batik untuk Generasi Z
Sementara itu, Kepala Disdagin Kulonprogo, Sudarna, mengatakan gagasan untuk meresmikan motif batik baru khas Kulonprogo masih sebatas obrolan dan belum pasti. “Baru rasan-rasan saja. Belum fiks. Tetapi motif baru itu perlu untuk menambah khasanah. Artinya menambah motif ya, bukan mengganti apalagi menghilangkan yang sudah ada,” kata Sudarna.
Dia juga mengaku kearifan lokal dari para penderes nira melalui wujud gula setangkep telah masuk tahap inventarisasi motif. Kendati demikian, Disdagin masih akan menggali motif lain. “Sedang dalam penggalian [motif] dan perlu didiskusikan lintas pemangku kepentingan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Menaker Yassierli menargetkan pembahasan awal UMP 2027 rampung akhir November 2026. Penetapannya mengacu pada PP Nomor 49 Tahun 2025.
Pemerintah menyiapkan storage minyak mentah di dalam negeri agar impor bisa langsung masuk ke Indonesia dan memperkuat ketahanan energi.
Danantara memperkuat peran KDKMP untuk menyalurkan LPG, MinyaKita, dan pupuk agar kebutuhan masyarakat desa dan kelurahan terpenuhi.
Gandung Pardiman berpulang. Golkar DIY mengenang dedikasi, semangat pantang menyerah, dan perjuangannya untuk masyarakat serta partai.
Layanan Pasporia Imigrasi Kulon Progo di DIY Expo 2026 ramai pemohon. Masyarakat bisa mengurus paspor sekaligus berkonsultasi.