Kemarau, 32 Saluran Irigasi di Sleman Diperbaiki
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.
Seorang pengendara melintas di depan Gedung Kesenian Wates pada Senin (13/11/2023). Gedung yang telah ditetapkan KPU Kulonprogo sebagai gudang logistik Pemilu 2024 tersebut baru saja ditutup dengan galvalum untuk meningkatkan keamanan.(Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo menutup Gedung Kesenian Wates dengan galvalum. Gedung yang terletak di Jalan Ki Josuto, Area Sawah, Wates, Wates tersebut ditutup untuk meningkatkan keamanan menyusul penetapannya sebagai gudang logistik Pemilu 2024.
Staf Perencanaan Data dan Informasi KPU Kulonprogo, Aan Rimawanto, mengatakan gedung seluas sekitar 802 meter persegi itu ditutup dengan galvalum sejak Minggu (12/11/2023) malam.
“Tadi malam yang nutup. Memang cepat soalnya pakainya galvalum. Tinggal diikat sama ditembak [bor],” kata Aan ditemui di Gedung Kesenian Wates, Senin (13/11/202).
Aan menambahkan penutupan masih belum selesai. Lubang ventilasi di beberapa titik di gedung tersebut juga akan ditutup. “Rencananya nanti malam ditutup karena hujan juga sudah datang,” katanya.
Baca Juga:
KPU Kulonprogo Terima 6.534 Kotak Suara Karton Duplex
Desain Surat Suara Kulonprogo Disetujui KPU Pusat
KPU dan Pemkab Kulonprogo Segera Atur Zonasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye
Berkaitan dengan logistik, dia mengaku pengiriman tahap pertama telah selesai. Sementara tahap kedua masih akan dikirim dalam beberapa hari ke depan.
“Pak Adji [Kasubag Keuangan Umum dan Logistik KPU Kulonprogo] sedang di Jakarta dalam rangka evaluasi penerimaan dan pengadaan logistik tahap pertama,” ucapnya.
Kasubag Keuangan Umum dan Logistik KPU Kulonprogo, Marsudi Adji, mengatakan logistik yang sudah dikirim dan diterima di Gedung Kesenian Wates antara lain bilik, kotak, dan tinta Pemilu 2024.
“Dalam waktu dekat akan datang kabel ties,” kata Adji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.