Kopdes Merah Putih di Kota Jogja Tetap Beroperasi Meski Belum Punya Gerai
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Wisatawan menikmati suasana perbatasan dari puncak Gerbang Samudra Raksa di Kecematan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo.-ANTARA/Sutarmi
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) setempat membuka kesempatan pihak ketiga untuk menyewa Gerbang Samudera Raksa (GSR) yang menjadi ikon Kulonprogo di perbatasan antara Kulonprogo dan Magelang.
Pembukaan sewa tersebut merupakan ketiga kalinya setelah dua pembukaan lalu belum ada penawaran masuk. Dalam pembukaan kali ini, Pemkab menurunkan nilai sewa menjadi Rp239 juta.
Sekretaris Disbud Kulonprogo, Nasip mengatakan nilai sewa GSR turun dari Rp609 juta menjadi Rp239 juta. Penurunan tersebut diharapkan dapat menarik penyewa atau investor untuk mengelola GSR. “Kami sudah membuka penyewaan untuk GSR sejak Senin [13/11/2023], nanti sampai 22 November [pemasukan penawaran dan proposalnya],” kata Nasip, Rabu (15/11/2023).
Nasip menambahkan berbeda dari pembukaan sewa pertama kali, kali ini Pemkab tidak menghitung semua spot dalam menentukan nilai sewa. Hanya beberapa spot yang dapat digunakan untuk bisnis yang dihitung. Spot atau titik yang tidak dihitung tetap dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung seperti gardu pandang dan musala.
Skema sewa, kata Nasip, dilakukan per lima tahun kemudian harus diperpanjang. Setiap perpanjangan sewa akan ada biaya tambahan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi. Dengan begitu saat ini belum ada penetapan apapun mengenai biaya tambahan perpanjangan.
Apabila tidak ada penawaran masuk sampai akhir bulan November 2023 maka Disbud Kulonprogo akan memutuskan untuk mengelola GSR secara mandiri. “Kalau pengelolaan nanti dilakukan UPT Taman Budaya ya akan mirip dengan pihak ketiga. Hanya saja kalau pihak ketiga kan terserah mereka akan mengelolanya seperti apa, tetapi kalau UPT ya mungkin hanya spot-spot tertentu saja,” katanya.
Lebih jauh, dia menjelaskan sebenarnya pada tahap pembukaan sewa awal sudah ada beberapa pihak yang tertarik. Mereka adalah pelaku usaha pariwisata. Hanya saja karena nilai sewa tinggi menjadi pertimbangan dari sejumlah pihak.
BACA JUGA: Gerbang Samudra Raksa Belum Laku Disewakan, Ini Saran Pakar
Nasip mengaku pihaknya terus berupaya memaksimalkan pengelolaan GSR. Pasalnya GSR menjadi lokasi pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Lokasinya pun tergolong strategis.
Kepala UPT Taman Budaya Kulonprogo, Maruta, mengatakan terdapat beberapa titik atau spot dalam GSR yang tidak dinilai. “View yang ada di GSR itu tidak kami nilai. Jadi hanya bangunan saja yang bisa disewakan. Tapi memang tidak semua dinilai,” kata Maruta.
Maruta menambahkan dalam perjanjian sewa, Pemkab akan memasukkan klausul program rancangan sehingga OPD terkait tetap dapat ambil baigan. Selain itu, dengan adanya klausul tersebut, UMKM setempat dalam diakomodir. Dengan begitu pemberdayaan dapat terus dilakukan. “Menurut Kemenparekraf, GSR jadi lokasi paling menarik untuk masuk ke KSPN Borobudur. Jadi Kulonprogo kan salah satu pintu masuknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.
Mobil listrik bekas China mulai menguasai celah pasar Eropa. Penjualannya tumbuh 280% dengan harga unit tertentu 40% lebih murah.
Kenali 11 ciri yang dikaitkan dengan kecerdasan, mulai dari empati dan kemampuan beradaptasi hingga rasa ingin tahu dan introspeksi.
Timnas Inggris U-15 meninggalkan lapangan saat melawan Irlandia setelah melaporkan dugaan rasisme. FIFA mengumpulkan laporan untuk penyelidikan.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.