875 Laporan Kerusakan Masuk BPBD Sleman, 500 Dapat Bantuan
BPBD Sleman menerima sekitar 875 laporan kerusakan bangunan akibat bencana sejak awal tahun ini hingga pertengahan September 2026.
HIV/AIDS - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengungkap kasus HIV/AIDS banyak diidap oleh kalangan faktor risiko heteroseksual. Dari sisi kewilayahan, mayoritas Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berada di Kapanewon Wonosari.
Tenaga Teknis Program HIV Seksi Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Ayu Mursidi mengatakan kalangan heteroseksual menjadi pihak yang lebih banyak mengidap HIV/AIDS. “Kalau melihat dari jenis kelamin, secara kumulatif laki-laki lebih banyak mengidap HIV/AIDS,” kata Ayu ditemui di kantornya, Kamis (28/12/2023).
Ayu menambahkan jumlah kasus HIV sejak 2006 mencapai 663 orang. Sedangkan kasus AIDS ada 306 orang. Apabila melihat jumlah kasus 2023 sampai bulan September, kasus HIV ada 47 orang dan AIDS ada lima orang.
Dari jumlah kumulatif, kebanyakan kasus berada di Kapanewon Wonosari dengan jumlah HIV 37 dan AIDS 25. Sementara itu Kapanewon Paliyan menjadi wilayah dengan kasus HIV paling sedikit sebanyak tiga orang tanpa kasus AIDS. Dari angka kumulatif, laki-laki menjadi pihak yang banyak mengidap HIV/AIDS sebanyak 56%, sedangkan perempuan 44%.
Baca Juga
Kasus Baru HIV di Jogja Landai, Dinas Kesehatan Mengintensifkan Pencegahan
Dinkes Kulonprogo Catat 40 Kasus Baru HIV, Mayoritas Laki-laki
Ratusan Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Terjangkit HIV-Aids
Dinkes juga memetakan populasi kunci per tiga tahun. Hasil pemetaan populasi kunci terbaru tahun 2022 di Kabupaten Gunungkidul mencapai 228 orang. Populasi kunci adalah kelompok yang berpotensi menyebarkan virus HIV.
Lebih jauh, Ayu menjelaskan guna mencegah peningkatan kasus, Dinkes setiap tahun melakukan visting mobile dan sosialisasi seperti di Kawasan Pantai. Sasaran skrining salah satunya pekerja karaoke. Selain itu, Dinkes telah menandatangani nota kesepahaman dengan tiga lembaga pemasyarakat di Gunungkidul.
“Dari Puskesmas Wonosari II rutin melakukan skrining di tiga lembaga pemasyarakatan [lapas] di Gunungkidul; lapas laki-laki, perempuan, dan anak,” katanya.
Raperda Penanggulangan
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan DPRD Gunungkidul selesai membahas Raperda Penanggulangan HIV/AIDS tahun 2023. “Pekan kemarin sudah selesai [membahas Raperda HIV/AIDS],” kata Heri.
Raperda tersebut mengatur mengenai program skrining HIV. Saat ini, program tersebut baru besifat sukarela dan inisiatif petugas kesehatan. Dengan adanya Perda tersebut, faktor-faktor risiko wajib dilakukan skrining.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menerima sekitar 875 laporan kerusakan bangunan akibat bencana sejak awal tahun ini hingga pertengahan September 2026.
Honda CB350 2026 meluncur di India bersama CB350RS dan CB350C. Simak harga, varian, spesifikasi mesin, fitur, dan perbedaan tampilannya.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Prediksi Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League 2026-2027. Cek jadwal, kondisi skuad, rekor pertemuan, dan prediksi skor duel di Wembley.
Kedutaan Denmark di Jakarta membuka lowongan Development and Compliance Officer. Cek syarat, ketentuan kerja, dan batas pendaftaran 9 Oktober 2026.