Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu mencatat Kapanewon Berbah menjadi satu-satunya wilayah yang kekurangan Pengawas TPS di Kabupaten Sleman. Pasalnya, hingga dilakukan perpanjangan masa pendaftaran, masih ada sepuluh TPS yang tidak ada peminatnya.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi Pendidikan dan Pelatihan, Bawaslu Sleman, Ahmad Shidiq Wiratama mengatakan, pendaftaran pengawas TPS sudah dibuka pada 2-6 Januari 2024. Dikarenakan kuota pendaftar belum terpenuhi, maka pendaftaran diperpanjang pada 7-8 Januari 2024.
Meski demikian, ia mengakui selama perpanjangan pendaftaran terdapat sepuluh TPS di Kapanewon Berbah yang tidak ada pendaftar calon pengawas TPS. “Yang kekurangan dari 17 kapanewon di Sleman, hanya ada di Berbah. Total kebutuhannya ada 179 pengawas, tapi yang mendaftar hanya 169 orang,” kata Aswi kepada wartawan, Rabu (10/1/2024).
Dia menjelaskan kebutuhan pengawas TPS di Sleman sebanyak 3.457 orang. Adapun total yang mendaftar sebanyak 3.645 pendaftar, riciannya calon pengawas laki-laki sebanyak 1.910 orang dan Perempuan ada 1.735 orang.
“Ini data secara akumulasi. Jadi, untuk peminat di setiap TPS ada yang lebih dari dua orang peminatnya,” katanya.
Baca Juga
Sudah Mau Ditutup, Jumlah Pendaftar Pengawas TPS untuk Pemilu 2024 di Sleman Masih Sedikit
Persiapkan Diri! Pendaftaran Pengawas TPS Dibuka Besok, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Bawaslu Bantul Menekankan Pengawas TPS Jadi Ujung Tombak Pelaksanaan Pemilu 2024
Menurut Aswi, tahapan masih dalam proses seleksi administrasi berkas pendaftaran masuk di masing-masing kapanewon. Oleh karenanya, kepastian yang diterima masih menunggu setelah tahapan seleksi selesai dilaksanakan.
“Hari ini akan diumumkan. Jadi, nanti akan ada diketahui pasti berapa TPS yang belum ada pengawasnya,” ungkapnya.
Disinggung mengenai masih adanya TPS di Berbah yang belum ada peminat pengawasnya, ia mengakui sudah menyiapkan opsi akan diisi calon pengawas TPS dari kapanewon lain. Rencananya, sambung dia, pada saat proses wawancara akan ditawarkan ke calon pengawas yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.
“Jadi pengawas TPS bisa diambilkan lintas kalurahan maupun kapanewon apabila pendaftarnya belum tersedia,” katanya.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjun Al Ichsan Siregar menambahkan, untuk rekrutmen Pengawas TPS sudah ada jadwal sesuai juknis dari Bawaslu RI. Ia tidak menampik proses pendaftaran harus melalui perpanjang dan setelahnya ada seleksi administrasi yang hasilnya akan diumumkan ke publik.
Adanya pengumuman ini diharapkan mendapat tanggapan dan masukan dari Masyarakat berkaitan dengan calon pengawas TPS. “Nantinya calon yang lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tes wawancara,” katanya.
Ia berharap proses rekrutmen berjalan dengan lancar sehingga bisa selesai sesuai dengan jadwal yang telah disusun. “Mudah-mudahan tidak ada perpajangan pendaftaran dan rencananya para pengawas ini akan dilantik pada 22 Januari mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.