Kebun Salak di Sleman Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 30% ruas jalan di kawasan wisata di Kabupaten Gunungkidul perlu penanganan. Penanganan belum dapat dilakukan karena sumber pendanaan terbatas.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan masih ada sebesar 30% ruas jalan di kawasan wisata yang perlu penanganan.
Kawasan tersebut meliputi Kawasan Wisata Goa Pindul, Pantai Selatan, Nglanggeran, Air Terjun Sri Getuk, Embung Sriten, Telaga Jonge, Goa Kalisuci, Goa Jomblang, dan Lembah Desa.
“Ruas jalan di Kawasan Wisata yang masih perlu penanganan ada sekitar 20 persen sampai 30 persen,” kata Wadiyana dihubungi, Senin (15/1/2024).
Wadiyana menambahkan penanganan di kawasan tersebut memang belum dapat dilakukan karena anggaran yang dipakai dari dana alokasi khusus (DAK) terbatas pada tema pertanian tahun 2024. Selain itu dana yang ada juga terbatas.
“Sebenarnya kami mengusulkan lima ruas jalan [untuk mendapat DAK]. Tapi hanya mendapat satu ruas jalan yaitu di Nangsri - Karangasem,” katanya.
DAK yang didapat juga akan digunakan untuk menangani ruas Jalan Salam - Beji. Penanganan ruas jalan tersebut berasal dar aspirasi DPR RI. Dua ruas jalan tersebut mendapat alokasi total Rp14 miliar.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Jalan Baru Sleman-Gunungkidul Ruas Gayamharjo Prambanan Diklaim Rampung
Lebih jauh, dia mengatakan DPUPRKP sedang mengajukan penanganan ruas jalan lain melalui Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomo 4 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
“Tapi masih pengusulan. Prosesnya sudah dari 2023 sebenarnya. Kami belum tahu apakah akan mendapat atau tidak. Nanti lihat saja di bulan Februari atau Maret,” ucapnya.
Sementara itu, Staf Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Muhammad Eko Putro Nugroho mengatakan penanganan ruas jalan tahun 2024 merupakan rekonstruksi bukan pembangunan baru.
“Rekonstruksi itu peningkatan kapasitas jalan. Masing-masing ruas jalan itu ditangani dengan sekitar Rp7 miliar,” kata Eko.
Eko mengaku rekonstruksi dilakukan secara penuh dari ujung ke ujung atau long-segmen. Rekonstruksi akan dilakukan sekitar bulan April 2024 secara bersamaan.
“Kami sedang mencari jalur alternatif yang dapat dipakai ketika rekonstruksi nanti dimulai sekitar bulan April atau Mei,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
PSS Sleman merekrut eks gelandang Persipura Markus Madjar. Pemain 21 tahun itu sudah dipantau sejak Liga 2 dan mulai berlatih bersama Super Elja.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.