Inovasi Pemkot Jogja: Bedah Rumah Gunakan Genting dari Sampah
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Pemilu, pemungutan suara, kertas suara - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Berdasarkan catatan KPU Bantul, pada Pemilu 2019 ada 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bantul yang melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul berupaya meningkatkan pemahaman teknis terhadap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Ketua KPU Bantul Joko Santosa menyampaikan PSU pada Pemilu tahun 2019 disebabkan karena KPPS memberikan surat suara tidak sesuai peruntukkan. “PSU disebabkan karena KPPS kurang paham, belajar dari [Pemilu] 2019 karena KPPS banyak memasukkan pemilih yang tidak berhak menggunakan hak pilih, diberikan hak suara,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Senin (22/1/2024).
Karena itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa menurut Joko dalam Pemilu tahun ini telah ada Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di setiap TPS. Selain itu menurut Joko, telah tercantum form bagi pemilih pindah memilih yang tercantum jenis surat suara yang dapat diakses.
Selain itu menurut dia, KPU Bantul telah memberikan Bimtek terhadap KPPS mengenai penyelenggaraan Pemilu tahun 2024. Dengan Bimtek tersebut menurut Joko diharapkan KPPS memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai pemungutan dan perhitungan suara di lokasi.
“Nanti ketujuh [anggota] KPPS di tiap TPS kami lengkapi dengan buku panduan juga,” katanya.
Baca Juga
Pemkab dan DPRD Bantul Klaim Pemilu 2024 Tak Ganggu Pengesahan 12 Raperda
4 Lokasi di Bantul Ini Dilarang untuk Kampanye Terbuka Pemilu 2024
Pemilu 2024: 2.666 Orang Tercatat Pindah Memilih di Bantul
Sementara Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho menyampaikan pihaknya berupaya melakukan penguatan terhadap Pengawas TPS untuk mengantisipasi PSU.
“Pengalaman pada Pemilu 2019 itu kan awalnya dari pemahaman penyelenggara di tingkat TPS bahwa mereka tetap menerima pemilih yang hanya bermodal KTP. Itulah akhirnya kemudian terjadi PSU,” ujarnya.
Menurut Didik, beberapa hal yang menyebabkan PSU karena ada pemilih pindahan yang menggunakan surat suara tidak sesuai dengan peruntukannya. Karena itu menurut dia, dalam pencoblosan nantinya Pengawas TPS dapat menjadi salah satu referensi mengenai teknis penyelenggaraan pencoblosan.
“Jangan sampai PTPS nanti ketika ditanya malah memberikan penjelasan yang keliru,” katanya (Stefani
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.