11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat tren kenaikan kasus leptospirosis di Bumi Handayani sejak tahun 2021. Kenaikan tersebut tergolong drastis, dua kali lipat tiap tahunnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidiq Hery Sukoco mengatakan tahun 2021 ada sebanyak 17 kasus dengan empat kematian, lalu 2022 ada 34 kasus dengan lima kematian, dan 2023 ada 84 kasus dengan empat kematian.
Hery menjelaskan kenaikan kasus leptospirosis selama tiga tahun terakhir terjadi karena semakin baiknya upaya penemuan kasus awal sehingga pengobatan bisa dilakukan secara dini dan resiko kematian menjadi rendah. Selain itu, lingkungan dan perubahan iklim juga menjadi salah satu faktornya.
Dia mengaku musim tanam dan panen padi saat ini memunculkan kerawanan terkait leptospirosis. Per Selasa (20/2/2024) saja sudah 3 kasus dengan 0 kematian. Di Gunungkidul, lokus leptospirosis pernah terjadi di wilayah Puskesmas Nglipar II; Patuk I; Gedangsari I dan II; Semin I dan II; Saptosari, Paliyan, Playen I dan II, dan Ngawen II.
Lebih jauh, dia menerangkan apabila ada warga yang terkena leptospirosis maka Dinkes Gunungkidul akan memberikan pengobatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) melalui dokter terlatih di tiap fasilitas layanan kesehatan.
Dinkes juga menyediakan reagen untuk deteksi dini kasus leptospirosis yang didistribusikan ke seluruh puskesmas dan rumah sakit. Tidak hanya itu, Dinkes membentuk puskesmas sentinel leptospirosis agar meningkatkan awareness tenaga kesehatan (nakes) terhadap diagnosis leptospirosis.
Terakhir, Dinkes juga melakukan survei vektor faktor resiko leptospirosis pada vektor dan lingkungan serta bekerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) untuk mengetahui cemaran bakteri leptospira.
Terkait dengan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk petani, Dinkes mengaku belum ada bantuan APD. Meski begitu, Dinkes terus melakukan edukasi pencegahan pada orang dengan potensi resiko tinggi. Hery meminta juga agar petani ketika ke sawah menunggu matahari terbit untuk mengurangi kontak risiko bakteri Leptospira.
Petani juga perlu memperhatikan luka di tubuh yang dapat menjadi pintu masuk infeksi bakteri leptospira. Sebab itu, luka perlu ditutup dengan rapat dan tepat. “Sosialisasi edukasi yang telah, sedang, dan akan kami lakukan adalah penyuluhan langsung ke masyarakat melalui pertemuan posyandu [pos pelayanan terpadu]/posbindu [pos binaan terpadu], pertemuan kader, dan lainnya,” kata Hery dihubungi, Rabu (21/2/2024).
BACA JUGA: Musim Hujan, Kasus Leptospirosis Ditemukan di Jogja, Ini Lokasinya
Selain juga melalui media sosial dan cetak seperti flyer, Dinkes melakukan pencegahan dan penanganan leptospirosis melalui satuan tugas one health kapanewon yang telah dibentuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan pihaknya telah memiliki agenda gerakan pengendalian tikus di beberapa lokasi di Gunungkidul sesuai kebutuhan. “Tahun ini ada lagi. Kami menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Tapi secara regular atau periodik kelompok tani bersama petugas lapang rutin melakukan pengamatan terhadap liang tikus,” kata Rismiyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.