Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan Taman Budaya diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp146 miliar. Meski masih rencana, tetapi Pemkab Sleman telah memiliki desain dan bentuk dari bangunan ini.
Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Sleman, Edy Winarya mengatakan pembangunan Taman Budaya sejalan dengan keistimewaan yang dimiliki Pemerintah DIY. Selain itu, juga selaras dengan Undang-Undang No.5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Sleman belum memiliki Taman Budaya hingga saat ini,” kata Edy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/2/2024).
Dia menjelaskan rencananya pembangunan sudah dimiliki dengan skema bantuan pembiayaan dari Dana Keistimewaan dari Pemerintah DIY. “Total yang dibutuhkan hingga jadi sekitar Rp146 miliar,” katanya.
Baca Juga
Desain Taman Budaya Sleman Disayembarakan
Pembangunan Taman Budaya Embung Giwangan Capai 92%
Pembangunan Taman Budaya Sleman Butuh Waktu 3 Tahun
Edy mengakui target pembangunan mengalami kemunduran dikarenakan adanya kegagalan proses lelang di 2023 lalu. Oleh karenanya, wancana pembangunan selesai di 2025 belum bisa direalisasikan saat ini.
Kendati demikian, ia sudah memiliki gambaran besar terkait dengan bentuk dan fasilitas di Taman Budaya. Sesuai dengan kajian yang dibentuk, bangunan utama akan dibangun dengan konsep tiga lantai.
Adapun pembagiannya ada ruang auditorium, ruang pameran berskala internasional. Selain itu, bentuk bangunan juga mempertahankan ada Jawa. Terdiri dari Joglo, Dalem Ageng, Peringgitan Gandog kiwo dan Gandog tengen. “Nanti juga ada fasilitas ampiteaternya,” kata Edy.
Ia berpendapat pembangunan Taman Budaya Sleman tidak membutuhkan tempat seluas di Gunungkidul maupun Kulonprogo. Meski demikian, Edy memastikan fasilitas yang dimiliki dapat dioptimalkan sesuai dengan tujuan pembangunan. “Konsepnya memang lebih minimalis, tapi secara manfaat dapat dioptimalkan sesuai dengan peruntukannya,” katanya.
Untuk mewujudkan pembangunan, Pemkab Sleman sudah membebaskan lahan seluas 2,5 hektare di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman sebagai lokasi pembangunan Taman Budaya di 2022. Pada 2023, juga sudah melaksanakan kajian Analisa Pengendalian Dampak Lingkungan (Amdal) untuk Taman Budaya sehingga dari tahapan persiapan sudah selesai dilakukan. “Tinggal pembangunan saja dan mudah-mudahan bisa dimulai di 2025,” katanya.
Ketua Dewan Kebudayaan Sleman, Suwarna mengatakan terus mendorong Pemkab untuk menyelesaikan pembangunan Taman Budaya di Sleman. Menurut dia, program ini sudah menjadi wacana, tapi belum bisa direalisasikan hingga sekarang. “Harus diwujudkan pembangunannya untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya yang berkembang di masyarakat,” kata Suwarna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pengaspalan Jalan Janti-Prambanan berlangsung Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB. Pengendara diminta waspadai penyempitan jalur.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.