Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul kembali menggulirkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Pedukuhan (PPBMP) untuk setiap padukuhan di Bantul. Setiap padukuhan mengalokasikan anggaran sesuai kebutuhan di setiap wilayah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Bantul, menjelaskan untuk 2024 ini anggaran untuk PPBMP masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni Rp46,6 miliar, dengan rincian Rp50 juta untuk total sebanyak 933 dusun di Bantul.
Setiap padukuhan mengalokasikan dana dari PPBMP ini sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing, pada bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan hidup. “Tidak semua untuk pengelolaan sampah, tetap sesuai dengan wilayah masing-masing,” katanya, Rabu (28/2/2024).
Sehingga pemanfaatan PPBMP tidak selalu sama di setiap padukuhan. Ia mencontohkan untuk wilayah perdesaan, pengelolaan sampah bukan menjadi persoalan utama yang dihadapi masayrakat karena produksi sampah tidak semasif di wilayah perkotaan dan dapat dikelola secara mandiri.
Sedangkan untuk wilayah perkotaan, persoalan sampah menjadi fokus dalam alokasi PPBMP tahun ini karena memang produksi sampah lebih besar dan lahan yang minim untuk pengelolaan mandiri. “Karena kalau daerah urban dengan daerah pedesaan berbeda,” ujarnya.
Baca Juga
PPBMP Bantul Sudah Terealisasi 86%
Pemkab Bantul Terus Berjuang Tekan Angka Stunting di Wilayahnya
Optimalkan Pengelolaan Sampah, Setiap Dusun di Bantul Bakal Terima Rp50 Juta
Wilayah perkotaan yang menjadikan lingkungan hidup sebagai fokus dalam PPBMP ini seperti Sewon, Banguntapan dan sebagainya, walau tidak merata di semua padukuhan. Namun ia memastikan tidak ada padukuhan yang mengalokasikan 100% PPBMP untuk pengelolaan sampah. “Tidak ada yang 100 persen,” ungkapnya.
Pada padukuhan yang banyak mengalokasikan PPBMP untuk pengelolaan sampah ini, biasanya digunakan untuk pengadaan sarana prasarana pengelolaan sampah. “Untuk alat-alat pengelolaan sampah, juga untuk pendampingan,” kata dia.
Dukuh Grogol 10, Parangtritis, Kretek, Wusana, menuturkan PPBMP 2024 ini di wilayahnya banyak dialokasikan untuk pengelolaan sampah. “Iya [untuk pengelolaan sampah]. Kita mendirikan semacam bank sampah,” ungkapnya
Pada 2023, PPBMP sudah terlaksana dengan cukup bagus dengan penyerapan anggaran 100%. Saat ini Pemkab Bantul baru mengumpulkan evaluasi pelaksanaan PPBMP 2023 sembari menunggu proposal masuk dari masing-masing padukuhan untuk PPBMP 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
iPhone 17 raih skor 157 di DxOMark, naik 10 poin dari iPhone 16. Kamera ultrawide 48MP jadi peningkatan utama, tapi ketiadaan lensa telefoto masih jadi kelemaha
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.
Polsek Semin masih menyelidiki kasus pembuangan bayi di Kemejing, Gunungkidul. Enam saksi telah diperiksa, sementara bayi dirawat di LPKA An Nur Srimpi.
MotoGP 2027 akan memakai mesin 850cc dan memangkas aerodinamika. Guenther Steiner menilai perubahan ini bisa membuat balapan semakin ketat.
RSUP Dr Sardjito mengirim tujuh tenaga medis ke RSUD Bajawa, NTT, untuk membantu penanganan korban gempa dan memperkuat layanan kesehatan.