Kisah Nurul, Penumpang Disabilitas yang Rutin Naik Kereta
Nurul rutin naik kereta dengan satu tongkat. Ia mengandalkan asistensi petugas KAI saat berjalan jauh hingga naik dan turun kereta.
Ilustrasi sejumlah warga membantu mendorong mobil yang mogok karena tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Pleret, Bantul./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mencatat beberapa jalur rawan kecelakaan masih membutuhkan beberapa rambu lalu lintas (lalin) untuk menjaga keselamatan berkendara jelang Lebaran 2024.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi mengaku tengah mengkaji kebutuhan rambu lalin yang diperlukan di beberapa ruas jalan rawan kecelakaan di Bantul.
Beberapa ruas jalan yang termasuk jalur rawan kecelakaan yang akan dilengkapi dengan rambu lalu lintas antara lain Jalur Cinomati, kawasan Mangunan, Jalan Parangtritis, Jalan Wonosari, dan Jalan Wates.
“Dalam rangka persiapan untuk menyongsong lebaran, nanti pasti ada arus mudik dan arus lalu lintas selama lebaran dan arus balik. Kami sudah menyiapkan sejak dini, mulai sekarang ini kami sudah memetakan daerah atau ruas jalan yang memerlukan sarana prasarana keselamatan,” katanya di Kompleks Perkantoran II Pemkab Bantul,Rabu (6/3/2024).
Sementara menurut Singgih, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) mulai beroperasi pun menyebabkan beberapa jalur alternatif di sekitar sana mulai mengalami kepadatan lalu lintas. Dia pun menilai beberapa rambu lalin perlu ditambah.
“Dengan beroperasinya JJLS di lintas selatan, sekarang banyak jalan alternatif yang timbul. Sehingga kami harus menyiapkan rambu, papan himbauan keselamatan, dan jalur alternatif yang ada,” katanya.
Lantaran JJLS merupakan jalan nasional, menurut Singgih kewenangan pengelolaannya berada di pemerintah pusat, sehingga Dishub Bantul sejauh ini hanya dapat mengajukan permintaan penambahan rambu melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Yogyakarta.
“[JJLS] itu kewenangan pemerintah pusat, kami sudah mengusulkan rambu ke kementerian, apakah kementerian akan memberikan bantuan ke kita dalam bentuk Dana Alokasi Khusus [DAK], kita belum tahu,” ujarnya.
BACA JUGA: Pengin Liburan Lebaran di Sleman, Ini Jalur Tengkorak dan Rawan Macetnya
Dia pun mengimbau agar pemudik yang memasuki Bantul dapat mengakses informasi mengenai jalur rawan kecelakaan dan jalur alternatif yang dapat digunakan.
Dia menyampaikan Dishub Bantul bersama dengan Polres Bantul akan menyiapkan pos pantau di Srandakan, Sedayu, Gabusan, dan Ring Road Selatan untuk memantau kepadatan lalin dan memastikan keselamatan pemudik selama lebaran 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nurul rutin naik kereta dengan satu tongkat. Ia mengandalkan asistensi petugas KAI saat berjalan jauh hingga naik dan turun kereta.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.