Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana penebaran ribuan benih ikan bandeng di Laguna, Pantai Glagah dengan tujuan menjaga ekosistem perikanan di sana dan menunjang produktivitas nelayan. Dok. DKP Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Upaya menjaga kekayaan perikanan di Bumi Binangun terus dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo. Terbaru, DKP Kulonprogo melibatkan calon pengantin untuk turut serta menjaga populasi ikan sungai dan menebar 8.800 benih ikan bandeng di Pantai Glagah.
Kepala DKP Kulonprogo Trenggono Trimulyo pada Kamis (16/5/2024) menjelaskan upaya menjaga populasi kekayaan perikanan dilakukan dengan inovasi yang dilakukan jajarannya. Terbaru, DKP Kulonprogo menggandeng KUA Kapanewon Galur agar calon pengantin disana punya kewajiban menebar benih ikan di Kali Progo.
Kerja sama dengan KUA Galur itu terwujud dengan 15 calon pengantin telah memenuhi tanggung jawab itu. "Supaya ada kesadaran dari setiap warga untuk menjaga populasi ikan di wilayahnya tetap lestari," kata Trenggono.
Tebar benih para calon pengantin itu bagian dari inovasi program Jaga Kaliku yang rutin melakukan pengawasan, pemberdayaan, dan konservasi ikan lokal di sungai-sungai Bumi Binangun. Trenggono menyebut tebar benih dengan skala besar juga dilakukannya, terbaru dilakukan penebaran 8.800 benih ikan bandeng di Laguna, Pantai Glagah.
Baca Juga
Siap Berikan Bantuan Hukum untuk Warga Miskin, Pemkot Jogja Gandeng 21 Organisasi
Puluhan Warga Miskin di Jogja Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot
Duh, 85 Kepala Desa Diduga Selewengkan Dana Bantuan Hukum
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil DKP Kulonprogo, Wakhid Purwosubiantoro menjelaskan penebaran ribuan benih ikan itu bagian dari restocking kawasan Pantai Glagah. Program restocking ini kerja sama DKP Kulonprogo dan DKP DIY.
Ikan bandeng yang dipilih dalam tebar benih itu lantaran Pantai Glagah adalah salah satu habitat asli ikan ini. "Tujuannya ikan yang dilepaskan akan dapat bertahan dan berkembang biak secara alami di habitatnya, sehingga masyarakat setempat dapat menikmati manfaatnya," paparnya.
Ikan dengan habitat asli, jelas Wakhid, juga akan mendukung perbaikan ekosistem di Pantai Glagah. "Akan menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati sehingga kelestarian di sana dapat terjaga, karena pasti ada mata rantai ekosistem dan peran masing-masing organisme yang saling mendukung," jelasnya.
Ribuan benih ikan bandeng itu dianggarkan dari Dana Keistimewaan (Danais), jelas Wakhid, dimana tujuan utamanya menjaga kebudayaan para nelayan di sekitar lokasi penebaran. "Kami mengapresiasi Danais ini karena dapat dimaksimalkan dengan baik dalam sektor perikanan dan kelautan di Kulonprogo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.