Lima Kalurahan di Sleman Pilih Voting untuk Pilur PAW
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul baru saja merilis hasil pemeriksaan laboratorium atas feses korban keracunan makanan di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen, Gunungkidul dua pekan lalu.
Sampel feses pasien diambil pada Rabu (25/5/2024) dan dikirim ke laboratorium pada Selasa (29/5). Hasil pemeriksaan keluar pada Senin (6/6/2024).
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan hasil lab menunjukkan ada kapang/khamir dan bakteria Escherichia coli (E-coli) sebagai patogen mikroorganisme. Dalam konsentrasi tertentu, bakteri E-coli mampu menyebabkan gangguan pencernaan bagi pengonsumsi.
Jenis bakteri di parameter hasil pemeriksaan laboratorium, menyatakan E-coli paling sering menyebabkan gangguan pencernaan.
Baca Juga: Dinkes Gunungkidul Sebut E-Coli Jadi Sebab Keracunan Massal di Kalitekuk
Meski begitu, karena Dinkes tidak dapat mengambil sampel makanan, maka penyebab keracunan itu bersifat kemungkinan. E-coli, kata dia adalah patogen bawaan makanan yang menyebabkan penyakit usus pada manusia.
“Kemungkinan dari faktor makanan yang kurang higienis. Kapang dan khamir bertanggung jawab atas pembusukan produk makanan. Beberapa kapang menghasilkan mikotoksin yang dapat mengakibatkan keracunan akut atau kronis,” kata Ismono dihubungi, Selasa (11/6/2024).
Sebelumnya, ada dua warga Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen, meninggal dunia diduga karena keracunan makanan. Kronologi peristiwa itu berawal dari syukuran salah satu penduduk yang diterima menjadi tantara, Kamis (23/5/2024) malam.
Baca Juga: Korban Keracunan di Playen Gunungkidul Bertambah Jadi 2 Orang Meninggal Dunia
Keluarga tersebut memasak sendiri dengan sambel, ayam, dan urap. Jumat (24/5/2024) pagi, mereka mengalami mual dan diare.
Pada Sabtu (25/5/2024), bocah sembilan tahun berinisial KAS meninggal dunia. Satu hari berselang, pria 60 tahun yang juga saudara KAS, yakni WA, kehilangan nyawa. Keduanya diduga keracunan setelah menyantap makanan yang dihindangkan dalam syukuran salah satu keluarga di Tumpak.
Bakteri E-coli juga menjadi sebab keracunan massal di Padukuhan Kalitekuk, Kalitekuk, Semin, Gunungkidul Maret lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.