Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Foto ilustrasi Pabrik Es. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jaringan air pabrik es balok portabel di Padukuhan Warak, Kalurahan Girikarto, Panggang sudah tersambung. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul saat ini masih menunggu untuk sambungan jaringan listrik.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan informasi yang ia dapat per Rabu (27/11/2024) bahwa jaringan listrik belum tersambung. Meski begitu, dia menegaskan jaringan listrik akan disambungkan ke pabrik es balok pekan terakhir November 2024.
Wahid sempat menjelaskan pabrik es senilai Rp1,5 miliar ini akan diuji coba pekan keempat November 2024. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 1 ton es balok per hari. Produksi satu ton es balok membutuhkan waktu 10 jam.
Meski begitu, produksi 2 ton es balok juga dapat dilakukan, tetapi memerlukan waktu 24 jam. Dengan begitu, mesin akan beroperasi tanpa henti.
Pasokan es balok masih dapat disuplai dari Pabrik Es Sari Tirta Mina, Siraman milik Pemkab Gunungkidul. Kapasitas produksinya mencapai 10 ton per hari. Adapun kebutuhan es balok di Bumi Handayani mencapai 20 ton per hari.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul, Toto Sugiharta mengatakan kebutuhan air di pabrik es protabel tersebut sebesar 3 liter per detik.
BACA JUGA: Pabrik Es Portable Senilai 1,5 Miliar di Girikarto Akan Diuji
Di lain pihak, Kepala DKP Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengaku produksi es balok dari pabrik es portabel tersebut memang kecil, belum dapat mencukupi kebutuhan es di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing yang saat ini telah beroperasi. “Pabrik es porbel itu untuk memasok es batu di perahu motor tempel saja masih kurang,” kata Johan.
Johan mengaku bukan hanya nelayan tangkap laut saja yang membutuhkan es balok, namun juga pedagang ikan dan restoran. Kebutuhan tersebut masih dapat disuplai dari pabrik es balok di Siraman yang telah diperbaiki mesin produksinya. “Kebutuhan es balok per hari 20 ton itu masih belum ketambahan kalau kapal besar di Pelabuhan Sadeng full membutuhkan es balok,” katanya.
Dia berharap dengan kepemimpinan Presiden Prabowo, DKP Gunungkidul dapat mengajukan penambahan pabrik es atau mesin produksi bukan hanya di sekitar PPP Gesing namun juga di wilayah lain. “Khusus pabrik es di PPP Gesing memang ini nanti mau diuji coba, mungkin akhir pekan ini. Kalau berhasil dan berlajan lancar nanti dapat dikelola kelompok. Kalau dalam jangka panjang dapat berkelanjutan, kami dapat memohonkan ke Kementerian Kelautan lagi. Es balok urgent. Pelabuhan butuh. Cold storage juga butuh,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor